Advertisement

Daftar 6 Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

rancakmedia.com – Sesudah hari kemerdekaan Indonesia dideklarasikan pada 17 Agustus 1945, enam negara asing menjadi yang pertama mengaku. Ada negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia ini penuhi unsur deklaratif dalam membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain unsur deklaratif, ada pula unsur konstitutif yang mempengaruhi, yaitu terbagi dalam daerah, rakyat, dan pemerintah yang berdaulat.

Sebetulnya unsur deklaratif tidak mutlak harus dipenuhi, tapi penting supaya tidak dikucilkan dalam jalinan internasional. Lalu, siapa negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia? Berikut enam daftarnya.

Berikut Adalah Negara-Negara Yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

6 Negara yang Mengakui Kemerdekaan Indonesia

1. Mesir

Negara yang pertama kalinya mengakui kemerdekaan Indonesia ialah Mesir pada 22 Maret 1946. Merilis gramedia.com pada 17 Juli 2021, negara yang populer dengan piramida dan Sphinx itu selanjutnya merajut jalinan diplomatik dengan Indonesia. Sampai 2018 jalinan diplomatik Indonesia dan Mesir sudah berjalan 71 tahun dan terus dipertingkat sampai sekarang.

Support Mesir dalam mengakui kemerdekaan Republik Indonesia dikatakan saat Konsul Jenderal Mesir, Muhammad Abdul Mu’im, tiba ke Yogyakarta pada 13-16 Maret 1947. Mencuplik Kompas Stori pada 22 Mei 2021, arah kehadirannya ialah sampaikan pesan dari Liga Arab yang memberikan dukungan kemerdekaan Indonesia.

Liga Arab sebagai organisasi yang terbagi dalam beberapa negara Arab. Peranan Mesir sebagai negara yang pertama kalinya mengakui kemerdekaan Indonesia ini besar sekali, karena dituruti jejeran negara Timur tengah yang lain seperti Suriah, Qatar, Irak, dan Arab Saudi dalam memberikan pernyataan atau support. Alasan Liga Arab memberikan support ialah ikatan keagamaan, kekerabatan, dan persaudaraan.

2. Suriah

Saat Indonesia telah merdeka tetapi tetap dirundung agresi militer Belanda, Suriah yang sebagai salah satu anggota Liga Arab memperjuangkan masalah itu dalam sidang PBB 1947. Agresi militer Belanda di Indonesia pada akhirnya disetop lewat pembicaraan secara nyaman.

Semenjak Suriah jadi negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia, jalinan bilateral juga terikat. Tetapi, kenaikan jalinan sempat berhenti saat perselisihan Suriah menyusup pada 2011. Sekarang ini jalinan ke-2 negara cuman hanya sama-sama memberikan dukungan dalam komunitas internasional.

3. Lebanon

Lebanon menyusul Mesir dan Suriah masuk ke daftar negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Pernyataan secara de jure diberikan Lebanon ke NKRI pada 29 Juli 1947.

Dari sana terikat jalinan bilateral Indonesia-Lebanon, yang awalannya ikut diakreditasikan oleh Duta Besar RI di Mesir. Kedutaan Besar RI untuk Lebanon selanjutnya dibangun dengan cara resmi di ibukota Beirut pada 1996.

4. Yaman

Pengakuan pada kemerdekaan Indonesia diberi Yaman tanggal 3 Mei 1948. Seterusnya, jalinan bilateral Indonesia-Yaman terus dipertingkat baik pada sektor politik, ekonomi, sampai sosial budaya, dan sudah berjalan 70 tahun.

5. Arab Saudi

Negara yang mengakui kemerdekaan Indonesia setelah itu Arab Saudi. Tetapi, jalinan bilateral RI-Arab Saudi baru sah terikat mulai 1 Mei 1950 dan jadi berlanjut sampai sekarang.

Raja Salman sempat bertandang ke Indonesia pada 2017, dan negeri kaya minyak itu buka peluang kerja untuk TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Tidak lupa, Arab Saudi dan Indonesia juga merajut kerja-sama di bagian haji.

6. Vatikan

6 Juli 1947, Vatikan menjadi satu diantara negara Eropa pertama yang memberikan pernyataan kedaulatan pada kemerdekaan Indonesia. Jalinan diplomatik ke-2 negara kelihatan dengan berdirinya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Vatikan di tahun yang sama. Jalinan RI-Vatikan diperkokoh saat Kedubes Vatikan (Apostolic Nunciature) datang dengan cara resmi di Jakarta semenjak 1950.

Beberapa Negara Yang Memberikan Dukungan Kemerdekaan Indonesia

Beberapa negara memberikan dukungan Indonesia merdeka, bahkan juga saat sebelum Presiden Soekarno membacakan proklamasi pada 17 Agustus 1945. Mencuplik Good News from Indonesia pada 24 Agustus 2020, salah satu negara pendukungnya ialah Palestina seperti yang dicatat Zein Hassan dalam buku Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri.

Dukungan Palestina dikatakan oleh tokoh nasionalis sekalian Mufti Agung, Amin Al Husseini, melalui tayangan radio berbahasa Arab sepanjang 2 hari berturut-turut dari Berlin, Jerman, pada 1944. Ucapan dari Amin Al Husseini bukan pengakuan kedaulatan dengan cara sah, tetapi hanya dukungan karena Indonesia belum merdeka. Daerah Palestina sendiri pada 1944 masih ada di bawah pemerintah Britania Raya (1920-1948).

Selanjutnya merilis Kompas Stori, sesudah Palestina ada India yang turut memberikan dukungan kemerdekaan Republik Indonesia, dilatarbelakangi oleh diplomasi beras oleh Sutan Sjahrir pada 1946. Saat itu Indonesia mengirimi bantuan 500.000 ton besar ke India uang mengalami krisis pangan karena penjajahan Inggris.

Diplomasi beras membuat India terus-menerus menyuarakan perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Lalu, India melalui perdana menterinya, Jawaharlal Nehru, memprakarsai diadakannya Pertemuan Inter-Asia atau Pertemuan New Delhi pada 20-25 Januari 1949.

Selain diplomasi beras, latar belakang dukungan India mencakup perasaan senasib dan sepenanggungan sebagai bangsa yang terjajah, kedekatan sejarah dan budaya semenjak abad ke-5 Masehi, dan keakraban pimpinan ke-2 negara.

Back to top button