AI Menjadi Co-Pilot Pesawat Militer AS Untuk Pertama Kalinya Dalam Sejarah

AI Menjadi Co-Pilot Pesawat Militer AS Untuk Pertama Kalinya Dalam Sejarah –Ā Satu lompatan besar di dunia kedirgantaraan dikerjakan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) , USAF. Untuk pertamanya kali dalam riwayat, USAF memakai Artificial Intelligence (AI) atau kepandaian bikinan selaku Copilot untuk pesawat militer mereka.

USAF mengutarakan jika mereka lakukan hal itudi satu pesawat militer sepanjang latihan penerbangan pada minggu ini.

Untuk dipahami, AI merujuk pada kekuatan mesin untuk lakukan pekerjaan-tugas yang umumnya memerlukan kepandaian manusia, seperti belajar pengalaman dari, membuat perkiraan, mengenal skema dan peranan perpecahan permasalahan yang lain.

Dalam keluarkannya, USAF memverifikasi jika algoritme AI dipakai untuk mengatur sensor dan mekanisme navigasi pesawat pengintai U-2 Dragon Lady sepanjang penerbangan training di Pangkalan Angkatan Udara Beale di California.

Pesawat yang dipakai sepanjang test ditugaskan ke Sayap Pengintai kesembilan di pangkalan udara itu. Pesawat itu bermesin jet tunggal, pesawat ketinggian tinggi yang sediakan penghimpunan data intelijen di semua cuaca.

“Penerbangan ini mengidentifikasi lompatan besar untuk pertahanan nasional sebab kepandaian bikinan terbang di atas pesawat militer untuk pertamanya kali dalam riwayat Departemen Pertahanan. Algoritme AI, yang ditingkatkan oleh Laboratorium Federasi Instruksi Tempur Udara U-2, latih AI untuk melakukan pekerjaan-tugas spesial dalam penerbangan yang semestinya dikerjakan oleh pilot,” catat USAF dalam keluarkannya.

šŸ”„TRENDING:  Google memperkenalkan fitur baru untuk menemukan iPhone yang hilang

“Penerbangan itu ialah sisi dari skenario yang dibuat secara eksklusif yang mengadu AI dengan algoritme computer aktif yang lain untuk menunjukkan kekuatan tehnologi baru, dan kekuatannya untuk bekerja dalam pengaturan dengan manusia,” lebih keluarkan itu seperti diambil dari Sputnik, Kamis (17/12/2020).(Simak juga: Robot AI Menanyakan ke Putin: Apa Robot AI Dapat Jadi Presiden?)

Menurut USAF, mekanisme AI namanya ARTUĀµ itu dipakai untuk pemakaian sensor dan navigasi taktis. Tanggung jawab khusus mekanisme itu ialah mengenali peluncur lawan.

Pesawat masih dikendarai oleh pilot, dan tidak ada senjata yang terjebak. Tetapi, sesudah tinggal landas, kontrol sensor diatasi oleh ARTUĀµ, yang sudah pelajari langkah capai arah sensor dari lebih dari 1/2 juta iterasi training yang disimulasikan computer.

“Kami ketahui jika untuk berperang dan menang di perselisihan di hari esok dengan lawan yang sebanding, kami harus mempunyai keunggulan digital yang tentukan,” kata Kepala Staf Angkatan Udara AS Jenderal Charles Q. Brown Jr. dalam keluarkannya.

šŸ”„TRENDING:  Cara Burning CD Windows 10 Tanpa Software Dengan Mudah

“AI akan mainkan peranan penting dalam capai keunggulan itu, jadi saya benar-benar senang dengan perolehan team. Kami harus percepat perombakan dan itu cuman berlangsung bila Penerbang kami melebihi batasan atas sesuatu yang kami berpikir kemungkinan,” dia menambah.(Simak juga: Pilot AI Taklukkan Mutlak Pilot Manusia dalam Dogfight Jet Tempur F-16 AS)

Keluarkan itu memberi catatan jika tehnologi AI direncanakan supaya gampang ditransfer ke mekanisme lain dan diinginkan bisa mengganti domain udara dan luar angkasa.

“Memadankan ketrampilan seorang pilot dengan kekuatan evaluasi mesin, penerbangan monumental ini langsung menjawab ajakan Taktik Pertahanan Nasional untuk melakukan investasi dalam mekanisme otonom,” tutur Sekretaris Angkatan Udara Barbara Barrett.

“Pengembangan dalam kepandaian bikinan akan mengganti domain udara dan luar angkasa,” tambahnya.

Menurut satu artikel oleh Populer Mechanics, ARTUĀµ didasari pada algoritme piranti lunak sumber terbuka yang disebutkan ĀµZero. Algoritma yang bisa dijangkau khalayak direncanakan oleh perusahaan penelitian AI DeepMind, yang dipunyai oleh perusahaan induk Google, Alphabet, seperti disampaikan oleh Washington Post.

Sumber : sindonews.com

Back to top button