IHSG dibuka naik 0,13% ke 8.533 pada 26/11/2025, didorong rebalancing MSCI Rancak Media buy asing. Waspadai koreksi dan sentimen global, target 8.900 realistis.
Saham BREN dan BRMS menarik minat asing setelah masuk MSCI Global Index, mendorong IHSG ke level tertinggi Rancak Media buy asing mencapai Rp3,15 triliun.
Investor asing memburu saham blue chip seperti BMRI dan BBCA di akhir 2025, dengan inflow mencapai Rp3,9 triliun. IHSG naik 0,52% didorong suku bunga rendah dan stimulus.
IHSG menguat meski laba emiten turun 4,2% YoY. Saham perbankan dan konsumer dinilai undervalue, berpotensi naik di tengah stabilitas ekonomi kuartal IV/2025.
IHSG cetak rekor ATH dua hari berturut-turut didukung investor domestik, meski investor Rancak Media sell. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2025 solid.
Saham afiliasi Prajogo Pangestu mendukung IHSG cetak rekor ATH di 8.394,59. Saham PTRO, CUAN, dan CDIA melonjak, didorong sentimen positif dan investor domestik.