Pasar saham Indonesia berpotensi mengalami January Effect 2026, meski relevansinya dipertanyakan. Fokus pada saham small-cap dan mid-cap untuk peluang.
Investor asing mengincar saham big caps Indonesia seperti ASII dan TLKM pada akhir 2025, Rancak Media buy asing mencapai Rp34,93 triliun dalam enam bulan terakhir.
IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Rancak Media buy asing signifikan.
IHSG berpotensi mencapai level 9.000 di akhir 2025, didorong oleh akumulasi investor asing, window dressing, dan sentimen positif global, meski risiko aksi ambil untung dan ketidakpastian global tetap ada.
Saham blue chip kalah performa Rancak Media buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Dana asing mengalir deras ke pasar saham Indonesia, namun saham seperti BBRI dan BUMI justru banyak dijual. Tren ini dipengaruhi oleh penurunan suku bunga The Fed.
Investor asing memborong saham TLKM dan ASII pada 2025, sementara saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI diproyeksikan menarik kembali dana asing pada 2026.