Advertisement

Seni Bernegosiasi Dengan Anak, Agar Anak Mengikuti Instruksi

www.rancakmedia.com – Tahukah Anda bahwa ada cara efektif bagi ibu dan ayah untuk bernegosiasi dengan anak-anak? Tidak apa-apa bagi ibu dan ayah untuk bernegosiasi dengan anak-anak.

Karena ini bisa menjadi pengalaman penting bagi anak-anak. Expositions ini bisa menjadi cara bagi orang tua untuk mengajari anak bagaimana menangani masalah dengan baik. Melalui negosiasi, ayah dan ibu dapat menciptakan batasan sekaligus memberi anak ruang untuk kebebasan.

Negosiasi berarti bahwa baik anak maupun orang tua memiliki hak untuk mengatakan apa yang mereka inginkan dan kewajiban untuk mendengarkan. Negosiasi dengan anak-anak juga tidak harus melibatkan segala macam teriakan, yang hanya akan berujung pada pertengkaran dengan kekerasan.

Tidak ada yang ingin menjadi “musuh” di mata anak-anak, bukan? Berikut beberapa taktik negosiasi yang bisa Anda gunakan di rumah.

Semuanya Butuh Alasan Dan Penjelasan.

Anak-anak membutuhkan penjelasan yang membuatnya bisa dimengerti dan bisa diterima oleh logika mereka. Di rumah, ayah dan ibu sering melihat anak-anak yang menunjukkan perilaku menjengkelkan, misalnya menginginkan barang tertentu dan tidak ingin diganti dengan yang baru,Mendidik Anak, bermain-primary dengan hal-hal penting yang mungkin tidak mereka perlukan sementara anak bersikeras untuk tidak menyerahkannya. atau pegang, raih, dan mainkan objek berbahaya.

Ketika dihadapkan pada situasi seperti itu, ayah dan ibu harus menghindari bersikap reaktif terlebih dahulu. Sebaliknya, postur tubuh yang tenang merupakan modular terpenting bagi Anda untuk berpikir lebih sehat dan mencari solusi. Setelah kemarahan anak-anak mereda, kita harus menjelaskannya dengan hati-hati.

Misalnya, jika anak Anda sedang bermain dengan hal-hal penting yang kami butuhkan, seperti: B. PC, buku, ponsel, atau kunci mobil, dan bersikeras untuk tidak menyerah, temukan pengganti untuk mengalihkan perhatian mereka. Tekankan pada anak bahwa benda yang kita serahkan benar-benar menarik dan membangkitkan rasa ingin tahunya.

Intinya, berusahalah untuk merayunya. Ayah – ibu, banyak cara bernegosiasi dengan anak.

Ketika Kita Menghadapi Anak-Anak Yang Merengek

Ayah dan ibunya, kita sering melihat anak-anak mengeluh. Rengekan bisa muncul sebagai ungkapan menginginkan sesuatu yang sebenarnya sederhana, seperti memakan sesuatu, membeli mainan, mengganti yang lama dengan yang baru, menginginkan makanan yang dimakan orang lain, dan berbagai keinginan sederhana lainnya. Namun, keinginan sederhana ini tidak lagi mudah karena terus diungkapkan tanpa henti. Bagaimana reaksi kita orang tua terhadap perilaku anak-anak?

Pertama-tama, pastikan keadaan hati kita tenang dan tidak takut, agar tidak terpancing oleh emosi. Kedua, dengarkan dan tanggapi saja. Jika anak terus meminta sesuatu untuk dikabulkan, cukup tanggapi dengan mengatakan “ya”, “oke”, atau “baik” sehingga pada akhirnya anak akan bosan.

Langkah-langkah seperti ini meyakinkan diri sendiri bahwa rengekan anak tidak selalu mendesak, bisa saja hanya ungkapan. Ketiga, cara satu-ke-satu. Jika dia tidak berhenti merengek dan cenderung mengamuk sendiri, kita dapat mengundangnya ke dalam ruangan dan kemudian mengatakan kepadanya bahwa apa yang dia lakukan tidak baik.

Lakukan ini dengan merendahkan tubuh agar sesuai dengan tinggi badan Anda, memegang telapak tangan, melakukan kontak mata dengan mata, dan menjaga ekspresi tetap datar – pseudonym tidak tersenyum tetapi tidak marah. Keempat, janjikan sesuatu yang akan memotivasi dirinya. Katakan saja kami memahami dan memahami kelakuan rengekannya. Janjikan dia untuk membeli mainan baru, membawanya keluar, membuat makanan unik dalam resep, dan sebagainya.

Namun, perlu Anda ingat bahwa tidak semua janji bisa dijadikan senjata untuk anak yang cemberut. Jika mereka menepati janji, dikhawatirkan mereka akan berharap banyak, dan kita sendiri akan bersusah payah untuk menepati semuanya. Keputusan akhir ada di tangan ayah dan ibu. Itulah sebabnya kami menjadi orang tua untuk membesarkan dan membimbing anak-anak

Back to top button