Advertisement

Sekolah Di Yogyakarta Akan Mulai Belajar Tatap Muka

www.rancakmedia.com – Setelah Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta yang melaksanakan uji coba sekolah pribadi pada Rabu (7/4/2021), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga mengambil langkah serupa. Nantinya, pada 19 April 2021, 10 sekolah akan siap membuka pembelajaran pribadi.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, implementasi individual dilakukan di sepuluh proyek percontohan SMA dan SMK yang ditunjuk.

Kesepuluh sekolah tersebut antara lain: SMAN 1 Pajangan, Bantul SMAN 1 Gamping, Sleman SMAN 1 Sentolo, Kulonprogo SMAN 6 Yogyakarta SMAN 2 Playen, Gunung kidul SMKN 1 Wonosari, Gunungkidul SMKN 1 Yogyakarta SMKN 1 Pengasih, Kulonprogo SMKN 1 Bant

“Kami mengizinkan siswa dan SMA untuk belajar tatap muka (learning) pada bulan April. Percobaan akan dilakukan di 10 sekolah pada pertengahan April nanti,” customized organization Aji saat ditemui di kompleks Kepatihan (7/4/2021). Aji mengatakan semua master dan fakultas di sepuluh sekolah menerima dosis kedua vaksin Covid-19. Upaya ini penting untuk pembelajaran disconnected guna mencegah penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. “Sebagian besar master sudah (divaksinasi). Dari 10 sekolah itu ada 800. Dia sudah mengenalkan vaksin dosis kedua,” ujarnya.

Di sisi lain, Pemerintah Daerah DIY juga mengizinkan perguruan tinggi memberikan kuliah tatap muka secara terbatas. “Perguruan tinggi ini sedang meminta ijin untuk mengikuti Ujian Tes Berbasis Komputer (UTBK). Mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk mencegah penularan. Nanti kami akan minta calon peserta memberikan hasil negatif (usap antigen)”, ujarnya.

Sekolah Telah Dimintai Informasi Lengkap, Mulai Dari Kendaraan Hingga Komorbid

Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan uji coba pribadi dapat dilakukan pada 19 April setelah kelompok master dan pendidik divaksinasi. Master di 10 sekolah sebelumnya telah menerima vaksinasi infection crown pertama pada 19 Maret dan kini telah menerima dua dosis vaksin.

Dengan demikian, kekebalan master terbangun setelah 28 hari. “Kajian diperkirakan 19 April, karena vaksinasi dilakukan 28 hari setelah vaksin pertama. Vaksin pertama 19 Maret, jadi sampai 16 April (28 hari). Ngomong-ngomong, 16 April juga cuti puasa dini hari. . Jadi mulai 19 April, “customized organization Didik.

Untuk master lainnya, sudah ada 4.000 master yang sudah divaksinasi crown sejak 6 April 2021. Begitu pula dengan master di kabupaten/kota selama DIY. Selain itu, ia memastikan para pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah tersebut telah melakukan vaksinasi Covid-19.

Kesepuluh sekolah tersebut juga diminta memenuhi persyaratan lain terkait protokol kesehatan dan pendataan pasca Covid 19. Misalnya menyelesaikan pendataan master atau tenaga kependidikan yang ada. Dalam hal ini, pihak sekolah diminta memberikan informasi yang lebih detail mulai dari daerah asal dan jenis transportasi hingga informasi kesehatan warga sekolah.

“Nanti pendataan master harus dilengkapi. Berdasarkan tempat berangkat, dengan kendaraan apa, di zona mana. Apakah Saudara menderita penyakit penyerta atau tidak, pihak sekolah harus punya datanya,” terangnya. Prasarana protokol kesehatan yang perlu disiapkan antara lain fasilitas pendukung seperti tempat cuci tangan, alat pelindung diri dari masker hingga pelindung wajah.

Sekolah juga diminta membuat rute yang dapat digunakan siswa dan master untuk naik dan turun saat mereka tiba di sekolah. Ruang kelas juga telah diatur agar kontak antar siswa diminimalkan. Mengenai rencana pembelajaran juga disepakati.

Sedangkan kapasitas siswa yang akan dibatasi keikutsertaannya hanya 50 persen dari jumlah siswa di kelas. Kira-kira ya tiga jam. Misal jam 07.00 WIB – 10.00 WIB, maka move kedua jam 09.00 WIB – 12.00 WIB dan bisa diganti. Setiap sekolah bisa berbeda, tapi prinsipnya bagaimana mengatur keramaian dan tetap pada Pelaksanaan . Prokes, “katanya.

Related Articles

Back to top button