Advertisement

Project kerangka, Tingkatkan Ketrampilan Pelajar

www.rancakmedia.com -Kompetensi ide pengajaran yang berarti yang sanggup membuat watak peserta didik demikian rupa hingga sanggup hadapi rintangan hari esok dengan gesit jadi makin penting untuk bermacam lembaga pengajaran.

Sepanjang tahun wabah, memberi pengajaran yang berarti sebagai rintangan bukan hanya untuk sekolah dan guru, tapi juga untuk pelajar dan orangtua.

Pengajar dan pendiri Sekolah Cikal Najeela Shihab mengatakan jika perkuat kemandirian/ketrampilan dan bekerja bersama dengan warga untuk meningkatkan praktek terbaik di zaman wabah ini sebagai rintangan riil.

Tetapi, ia menjelaskan wabah menjadi peluang untuk pelajar agar semakin tingkatkan ketrampilannya dari rumah.
“Dengan proses evaluasi yang kontekstual, personalisasi dan mendapati ketertarikan dengan membuat project kelulusan (seperti ketertarikan mahasiswa), mahasiswa Cikal bisa menempatkan dasar untuk kekuatan batiniahnya untuk menyesuaikan dan lincah di hari esok.” kata Najelaa pada pameran project individu Sekolah Cikal Setu (18/03)

Dari Arketipe Rumah Tahan  Gampai Basis Remaja

Lewat project kontekstual sebagai sisi dari Individual Projects Program, Cikal School tawarkan peluang dan suport ke pelajar kelas 10 untuk mendapati bakat dan minat mereka di beberapa sektor, baik seni dan design, usaha, budaya dan sastra, model dan kecantikan, lingkungan, kesehatan.

Direktur Sekolah Cikal Setu, Siti Fatimah, menjelaskan project individu fokus pada “evaluasi” dan meningkatkan bermacam kapabilitas di beberapa sektor atau mata pelajaran opsi pelajar yang dipersonalisasi, baik itu komunikasi, literasi media, riset, peningkatan diri, dan memikir inovatif Membuat pengetahuan. dan keterlibatan dalam permasalahan global.

“Itu pasti penting untuk angkatan muda sekarang ini,” katanya.Project pelajar Sekolah Cikal yang dipresentasikan diantaranya ialah arketipe rumah anti gempa kreasi Daviano Evan Faro Hazeki Siahaan, taman atap oleh Marza Athallah Merdiaz dan Pada Pemoeda oleh Aqila Priyanka Isyaradhia Irwan.

Project arketipe rumah anti gempa ini diawali oleh Hazeki karena minatnya pada bermacam design arsitektur bangunan di penjuru dunia yang ia perhatikan.

Terhitung perhatiannya pada keadaan kehidupan warga Indonesia yang sering gampang terserang gempa. “Project arketipe ini mempunyai tujuan untuk bikin rumah tahan gempa yang dibuat berbahan tradisionil Indonesia seperti kayu dan rumbia.

Dalam konteksnya berikut ide pengembangan iptek yang saya harap menjadi referensi yang berguna untuk warga dan lingkungan Indonesia, “tutur Daviano Cikal Setu, pelajar kelas 10.

Saat itu, lewat proyeknya, Rooftop Garden to Reduce Air Pollution, Marza Athallah Merdiaz ajak semua warga Indonesia untuk tingkatkan kesadaran sepanjang wabah ini untuk membuat pojok hijau.

ketrampilan pojok hijau bisa ditampilkan baik di rooftop atau di lingkungan rumah untuk memberikan dukungan cara Indonesia pada Pertemuan Pengubahan Cuaca Dunia 2021, yakni memberikan dukungan keberlanjutan pembangunan hijau untuk membuat dunia yang lebih bagus.

“Dengan arah akhir tingkatkan kepedulian mengenai pengurangan pencemaran udara dan penghijauan, saya mengeluarkan project taman atap dan kampanye di sosial media untuk menggerakkan beberapa orang sepanjang wabah lakukan hal sama untuk membuat keadaan alam yang lebih bagus,” kata Marza.

Kecuali project sektor tehnologi, sains, dan lingkungan, ada pula project sosial yang digagas oleh pelajar Cikal Aqila Priyanka Isyaradhia Irwan atau yang dipanggil Yanka.

Dengan bekal kompetensi pada bermacam aktivitas kepemudaan. Dia membuat project sosial lewat Instagram dengan membuat kampanye dan content inspiratif yang menggerakkan keterkaitan inspiratif dari anak muda di Indonesia dan luar negeri.

“@Padapemoeda ialah basis anak muda yang didalamnya meliputi bermacam program ketrampilan, cuplikan motivasi remaja, dan sesion bertanya jawab dengan anak muda Indonesia inspiratif sebagai kontribusi aktif di luar dan dalam negeri,” kata Yanka. Sekolah Cikal yakin dan selalu yakin jika project kontekstual sebagai penilaian evaluasi bukan hanya penuhi keperluan pengajaran secara akademik, tapi juga membuat dan menyuguhkan pengalaman yang berarti dan memengaruhi kehidupan mereka sebagai pelajar.

Related Articles

Back to top button