Advertisement

Konsep Kurikulum Merdeka Belajar Di Sekolah

Rancakmedia.com – Konsep kurikulum merdeka belajar di sekolah akan digunakan di ruang kelas pada tahun 2022, seperti pembelajaran umum. Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan istilah “kurikulum merdeka belajar”? Yuk simak artikel dibawah ini.

Kurikulum Belajar Mandiri memuat beberapa modifikasi dari kurikulum sebelumnya. Menteri Pendidikan dan Teknologi Nadiem Makariem muncul dengan Kurikulum Belajar Mandiri, yang memberitahu para guru bahwa kamu harus lebih kreatif.

Independent Learning Curriculum (ILC) memudahkan pendidikan untuk memenuhi kebutuhan siswa yang terus berubah.

Sepengetahuan kamu, mulai tahun ajaran 2022/2023, siswa di SMA atau sederajat tidak lagi dibagi menjadi dua kelompok tergantung pada spesialisasi kamu di bidang sains, IPS, atau bahasa.

Semua karena Kurikulum Belajar Mandiri yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor 162/M/2021 tentang Memotivasi Sekolah.

Pengertian Kurikulum Merdeka Belajar

Pengertian Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah

Kurikulum merdeka belajar adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang berbeda dimana materi akan lebih ideal sehingga siswa dapat memiliki waktu yang cukup untuk mengeksplorasi topik dan membangun kemampuan.

Berkat kurikulum ini, guru akan dapat memilih dari berbagai sumber daya pendidikan. Berikut ini adalah kualitas utama dari kurikulum merdeka belajar yang mendorong pemulihan pembelajaran:

  1. Berdasarkan profil siswa Pancasila, soft skill dan karakter harus dibangun melalui pembelajaran berbasis proyek.
  2. Berkonsentrasilah pada informasi yang paling penting sehingga kamu memiliki cukup waktu untuk mempelajari dasar-dasar seperti membaca dan berhitung secara mendetail.
  3. Fleksibilitas bagi pengajar untuk melaksanakan pembelajaran yang berbeda sesuai dengan kapasitas siswa dan melakukan adaptasi dengan keadaan dan materi lokal.

Menurut BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan, kurikulum merdeka belajar adalah cara pembelajaran yang didasarkan pada keterampilan dan minat.

Ini adalah tempat di mana siswa (baik siswa maupun orang dewasa) dapat memilih dan memilih apa yang ingin kamu pelajari berdasarkan minat dan kekuatan serta kemampuan kamu.

Sebelumnya, kurikulum ini juga disebut sebagai Kurikulum Prototipe, yang merupakan salah satu aspek dari upaya pemerintah untuk menghasilkan generasi masa depan yang lebih kompeten dalam berbagai profesi.

Mulai tahun 2020 di tengah wabah COVID-19, penerapan kurikulum merdeka belajar atau Kurikulum Prototipe telah diujicobakan di sedikitnya 2500 sekolah mengemudi dan juga di SMK Center of Excellence di Indonesia.

Terbukti di sekolah kurikulum bahwa sekolah yang mengadopsi kurikulum ini empat sampai lima bulan lebih cepat dari sekolah yang masih menggunakan kurikulum 2013.

Dengan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila, siswa dapat mempelajari lebih lanjut tentang enam bagian dari profil siswa Pancasila, mendapatkan keterampilan baru, dan meningkatkan perkembangan kamu.

Peserta didik akan mendapat kesempatan untuk mengkaji suatu konsep atau masalah penting secara rinci. seperti kehidupan berkelanjutan, kesehatan mental, toleransi, teknologi, bisnis, budaya, dan kehidupan demokratis.

Dengan adanya program ini, diharapkan mahasiswa terinspirasi untuk terlibat dan membuat perubahan besar di komunitasnya.

Konsep Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah

Konsep Kurikulum Merdeka Belajar

Berikut ini adalah konsep kurikulum merdeka belajar:

  1. Pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan untuk meningkatkan soft skill dan karakter sesuai dengan profil siswa Pancasila.
  2. Fokus pada informasi yang paling penting sehingga kamu memiliki cukup waktu untuk mempelajari dasar-dasarnya, seperti membaca dan berhitung.
  3. Bagian kunci dari instruksi yang berbeda adalah bahwa guru dapat mengubah cara siswa belajar untuk memenuhi kebutuhan kamu yang berbeda.

Keunggulan Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah

Menurut ditsmp.kemdikbud.go.id, berikut ini adalah beberapa manfaat dari kurikulum ini:

  1. Lebih sederhana dan mendalam Kurikulum ini menitikberatkan pada unsur-unsur fundamental dan pengembangan keterampilan siswa secara bertahap.
  2. Akibatnya, siswa akan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang materi sambil juga bersenang-senang saat mempelajarinya.
  3. lebih mandiri untuk siswa sekolah menengah, kurikulum ini menghilangkan kebutuhan akan pengajaran khusus.
  4. Mata pelajaran dapat dipilih oleh siswa berdasarkan preferensi, kemampuan, dan tujuan kamu sendiri.
  5. Guru juga dituntut untuk mengajar berdasarkan seberapa baik siswa kamu melakukannya dan seberapa banyak kamu tumbuh.
  6. Ini lebih relevan dan partisipatif dari sebelumnya.
  7. Siswa akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk terlibat dalam pemecahan masalah dunia nyata sebagai bagian dari pembelajaran kamu dengan kegiatan berbasis proyek kurikulum ini.

Perbedaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka Belajar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan peraturan tentang Kurikulum 2013 dan Kurikulum Darurat di masa pandemi 2020 hingga 2021. Kurikulum Darurat sendiri merupakan penyederhanaan dari Kurikulum 2013.

Keunggulan Kurikulum Merdeka Belajar

Selanjutnya, pada tahun 2021 hingga 2022, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan kebijakan pemberlakuan Kurikulum 2013, Kurikulum Darurat, Kurikulum merdeka belajar di Sekolah Mengemudi, dan Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Unggulan (PK).

Kebijakan ini dilaksanakan di tahun ajaran baru ini, sekolah yang belum siap menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar dapat tetap menggunakan Kurikulum 2013 atau Kurikulum Darurat. Sebab, selama ini Kurikulum Merdeka Belajar bersifat sukarela.

Perbedaan antara kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka belajar antara lain:

  1. Desain kurikulum 2013 didasarkan pada tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan.
  2. Sementara itu, Kurikulum Belajar Mandiri memasukkan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila.
  3. Jam pelajaran Kurikulum 2013 ditentukan setiap minggunya.
  4. Sedangkan kurikulum merdeka belajar ditetapkan setiap tahun.
  5. Jadwal pembelajaran untuk kurikulum merdeka belajar mungkin lebih fleksibel. Kurikulum 2013, di sisi lain, menekankan pembelajaran reguler dan kegiatan mingguan.
  6. Penilaian Kurikulum 2013 terdiri dari 4 bagian, yaitu pengetahuan, keterampilan, perilaku, dan aspek.
  7. Sedangkan Kurikulum ini menekankan pada peningkatan profil siswa Pancasila, kegiatan ekstrakurikuler dan intrakurikuler.

Mengapa kurikulum ini menjadi pilihan dan tidak serta merta diwajibkan oleh semua sekolah?  Yang mendasari pendekatan ini adalah dua tujuan utama:

  1. Penting untuk diingat bahwa adalah tugas sekolah, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, untuk menetapkan kurikulum yang memenuhi persyaratan dan keadaan khusus masing-masing sekolah.
  2. Orang berpikir bahwa kebijakan pilihan kurikulum ini memungkinkan kurikulum nasional berubah dari waktu ke waktu.

Pemerintah memiliki tugas merancang kerangka kurikulum. Guru memiliki tanggung jawab dan wewenang untuk administrasi dan implementasi kurikulum. Guru adalah pegawai profesional yang memiliki kewenangan untuk bertindak mandiri, berdasarkan ilmu pendidikan.

Dengan demikian, kurikulum di seluruh sekolah mungkin dan harus beragam, sesuai dengan kekhasan siswa dan lingkungan sekolah, sambil tetap berpegang pada kerangka kurikulum yang sama.

Semua bagian dari sistem pendidikan harus beradaptasi dengan perubahan dalam kerangka kurikulum. Efek yang kita inginkan, yaitu peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia, hanya akan tercapai melalui administrasi pembelajaran yang cermat ini.

Oleh karena itu, Kemendikbudristek memberikan kemungkinan kurikulum sebagai salah satu inisiatif manajemen perubahan. Perubahan kurikulum nasional tidak akan terjadi sampai tahun 2024. Saat itu, Kurikulum ini telah melalui 3 tahun iterasi perbaikan di berbagai sekolah/madrasah dan daerah.

Pada tahun 2024, akan ada banyak sekolah dan madrasah di setiap daerah yang telah mempelajari Kurikulum Merdeka Belajar dan mungkin dapat membantu sekolah dan madrasah lain belajar.

Guru, kepala sekolah, dan departemen pendidikan semuanya mendapat manfaat dari pendekatan bertahap. Sangat penting bahwa para pemain penting ini terus tumbuh dalam pembelajaran kamu, karena pembelajaran itu akan menjadi dasar bagi revolusi pendidikan yang kita inginkan.

Kesimpulan

Nah itu dia adalah konsep kurikulum merdeka belajar, profil mahasiswa pancasila merekomendasikan pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan soft skill dan karakter.

Kurikulum ini menitikberatkan pada unsur-unsur fundamental dan pengembangan keterampilan siswa secara bertahap, seperti membaca dan berhitung.

Back to top button