PENDIDIKAN

Psikolog : Beri Anak Pilihan Kegiatan Untuk Meminimalisir Kecanduan Anak Pada Gadget

Psikolog : Beri Anak Pilihan Kegiatan Untuk Meminimalisir Kecanduan Anak Pada Gadget – Pemakaian handphone atau gawai yang terlalu berlebih pada anak sudah jadi persoalan umum untuk orang-tua. Banyak salah satunya bahkan juga mengaku jika mereka berasa kerepotan hadapi anak yang bermain gawai tidak mengenal waktu.

Walau demikian, Psikolog Klinis Anak, Remaja dan Keluarga Roslina Verauli, M.Psi., Psi mengingati keutamaan orang-tua memberitahu anak tiada langkah negatif untuk menangani permasalahan ketagihan handphone atau gawai.

Misalkan, jangan sesekali langsung membentak dan memarahi atau merampas gawai yang lagi dipakai oleh anak.

“Saat anak dimarahin emosi akan negatif, lalu ia akan perlu aktivitas membahagiakan makin banyak, kelak ia menyaksikan gawainya secara sembunyi-sembunyi, cara tersebut akan tidak berhasil,” tutur Verauli pada acara penyeluncuran Cussons Kids Play, Senin (21/12/2020) tempo hari.

🔥TRENDING:  Cara Praktis Membuat Footnote di Word Secara Otomatis

Dia menjelaskan umumnya anak pilih bermain gawai sebab anak tidak mempunyai opsi lakukan aktivitas. Pada akhirnya, mereka berasa tidak punyai aktivitas lain kecuali bermain game.

Karena itu, jalan keluar dari psikolog alumnus Kampus Indonesia (UI) itu ialah orang-tua harus memberi opsi aktivitas untuk anak. Pada awal hari upayakan orang-tua telah mempunyai agenda mendalam untuk anak.

“Membuat pantauan, anak bangun jam berapakah harus ngapain saja selengkapnya. Upayakan saat anak bangun ia dibawa oleh mamah papanya lakukan bermacam aktivitas, hingga kemudian bermain handphone tidak terjamah,” terangnya.

Bukan hanya memberi opsi, upayakan orang-tua turut terjebak dalam aktivitas anak. Seperti ajak anak mengolah, menyirami tanaman, sampai membersihkan kendaraan.

🔥TRENDING:  6 Referensi Rakornas Untuk Pengokohan Minat Baca

Ingat waktu menolong anak terlepas dari handphone orang-tua harus memberikan contoh. Misalkan orang-tua menggunakan gawai cuman untuk bekerja, membaca buku dan lain-lain. Janganlah sampai anak merasakan orang-tua yang malah bermain game. Kata Verauli, anak ialah peniru yang ulung!

Sumber : suara.com

Back to top button