Advertisement

7 Komponen Sistem Bahan Bakar dan Fungsi Nya

Rancakmedia.com – Komponen sistem bahan bakar bensin konvensional terdiri dari banyak komponen salah satunya seperti karburator, tangki bahan bakar dan lain-lian, simak dibawah ini detailnya.

Ketika datang ke metode yang lebih tradisional, udara dan bahan bakar dicampur dalam karburator pada rasio yang tepat. Sistem EFI, di sisi lain, bergantung pada informasi sensor untuk mengatur jumlah bahan bakar yang digunakan secara elektrik. Ini membuat prosesnya lebih rumit tetapi juga lebih tepat.

Sekilas Tentang Sistem Bahan Bakar

Bagi pemilik mobil, kamu pasti pernah menjumpai yang namanya sistem pembakaran atau bahan bakar. Sistem ini sangat penting untuk pengoperasian mobil karena peran penting yang dimainkannya.

Sekilas Tentang Sistem Bahan Bakar

Sederhananya, mobil tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa sistem. Nah, sistem pada bahan bakarnya sendiri ada dua macam, yaitu konvensional dan injeksi.

Sistem konvensional seringkali masih menggunakan karburator untuk mencampur udara dan bahan bakar. Bahan bakar diatomisasi oleh injektor dalam sistem injeksi. Meski sistem injeksi mungkin membuat penggunaan bahan bakar lebih murah, beberapa orang masih memilih mobil dengan sistem lama.

Pasalnya, mobil dengan mesin konvensional memiliki harga yang lebih murah. Selain itu, teknik tradisional dianggap membuat perawatan mesin mobil lebih sederhana.

Tangki bahan bakar atau fuel tank akan berisi bahan bakar. Pompa bahan bakar akan memompa bahan bakar, yang kemudian akan disaring oleh filter bahan bakar. Saluran bahan bakar digunakan untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki ke komponen mesin lainnya.

Komponen Sistem Bahan Bakar Bensin dan Fungsi nya

Maka pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan tentang peran dari komponen-komponen pada sistem bahan bakar bensin pada umumnya. Berikut penjelasannya:

Komponen Sistem Bahan Bakar Bensin dan Fungsi nya

Fuel Tank (Tangki Bahan Bakar)

Tangki bahan bakar pada sistem bahan bakar berfungsi untuk menampung bahan bakar bensin, yang selanjutnya akan didispersikan oleh komponen sistem bahan bakar lainnya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pada mesin.

Untuk menghindari kebocoran bahan bakar jika terjadi tabrakan, kendaraan roda empat seringkali memiliki tangki bahan bakar yang menghadap ke belakang. Tangki ini terbuat dari pelat baja tipis namun kuat, juga dilapisi pencegah karat.

Harap dicatat bahwa karat pada tangki sangat berbahaya karena karat dapat menghalangi filter dan lebih rentan terhadap kebocoran. Tangki bahan bakar tidak hanya berbentuk kotak penuh, di dalamnya terdapat insulasi atau pemisah.

Tujuan dari separator ini adalah untuk mencegah bahan bakar bersirkulasi saat kendaraan beroperasi, yang dapat mengubah ketinggian bahan bakar. Grafik di atas menunjukkan banyak komponen tangki bahan bakar.

  1. Saringan: membantu menyaring bahan bakar di dalam tangki.
  2. Fuel gauge: berfungsi untuk mengukur level bahan bakar, yang selanjutnya akan diubah menjadi bentuk digital atau analog pada indikator bahan bakar di dashboard.
  3. Separators: untuk memastikan bahwa bahan bakar di dalam tangki tetap stabil saat mobil berjalan.
  4. Drain plug: untuk menguras bahan bakar jika diperlukan.
  5. Selang udara: bahan bakar akan dikembalikan ke tangki melalui saluran intake melalui selang udara.

Saluran Bahan Bakar

Saluran bahan bakar utama membantu mengangkut bensin dari tangki ke karburator. Selang dan pipa yang terlindung dari kebocoran jika terjadi tabrakan membentuk saluran bahan bakar ini, yang sering dipasang di bawah rangka atau lantai mobil.

Pipa saluran bahan bakar ini terbuat dari baja berlapis seng (zinc-plated) dan tembaga (baja berlapis tembaga). Ada juga beberapa komponen yang terbuat dari selang karet (rubber hose).

Ada tiga saluran bahan bakar dalam sistem bahan bakar:

  1. Ini adalah saluran bahan bakar utama dari tangki ke stasiun bahan bakar.
  2. Saluran balik bahan bakar dari karburator ke tangki, biasa disebut sebagai
  3. Jalur uap bahan bakar mengambil uap bensin dari tangki bahan bakar ke tabung arang tunggal.

Fuel Filter (Saringan Bahan Bakar)

Seperti namanya, filter bahan bakar berfungsi untuk menyaring kotoran atau air yang mungkin ada di dalam bahan bakar. Filter bahan bakar ini terletak di antara tangki dan pompa bahan bakar. Ada mobil lain yang filter bahan bakarnya dipasang di tangki bahan bakar.

Fuel Filter Saringan Bahan Bakar

Elemen filter dalam filter bahan bakar mobil bensin dapat memperlambat aliran bahan bakar, memungkinkan partikel air dan kotoran dengan massa lebih besar dari massa bahan bakar jatuh ke dasar dan mengendap.

Dalam kebanyakan kasus, filter bahan bakar ini tidak dapat dibuka, tetapi jika kotorannya tidak terlalu buruk, itu dapat dibersihkan. Barang yang rusak tidak dapat dibuka dan dibersihkan, sehingga harus diganti jika dianggap tidak dapat digunakan.

Berikut tampilan filter bahan bakar atau fuel filter pada mobil berbahan bakar bensin. Baca juga: Fungsi Filter Bahan Bakar (Filter Bahan Bakar).

Fuel Pump (Pompa Bahan Bakar)

Ketika bahan bakar mulai, ia menarik bahan bakar dari tangki dan memompanya ke radiator, di mana ia didinginkan. Pompa bahan bakar mekanis dan elektrik adalah dua jenis yang paling umum.

Camshaft menggerakkan pompa bahan bakar mekanis, sedangkan bahan bakar listrik menerima daya dari baterai atau sistem pengisian untuk memberi daya pada pompa bahan bakar listrik.

Pompa listrik, yang biasanya dipasang di tangki bahan bakar kendaraan modern yang dilengkapi dengan sistem EFI, digunakan.

Karburator

Fungsi karburator adalah mengatur jumlah campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam silinder mesin. Salah satu bagian di dalam karburator adalah air bleeder yang berperan sebagai tempat untuk menggabungkan bahan bakar dan udara sehingga menghasilkan kabut yang halus.

Di dalam karburator terdapat berbagai macam sistem dimana sistem ini berfungsi untuk menghasilkan kombinasi udara dan bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin, sehingga pemakaiannya lebih efisien. Baca Juga : Fungsi Karburator Pada Mobil dan Motor

Untuk lebih memahami karburator, kamu dapat membaca halaman berikut yang berjudul “Sistem Kerja Karburator”. Pada artikel ini, sistem karburator dan cara kerjanya dibahas.

Charcoal Canister

Karena peningkatan tekanan di dalam tangki yang disebabkan oleh peningkatan suhu dalam tabung internal, tabung arang digunakan untuk menyimpan sementara uap bensin yang seharusnya terbuang di ruang apung karburator dan saluran emisi.

Uap bensin yang tersimpan ini akan dialirkan ke intake manifold, yang selanjutnya akan mencapai ruang bakar. Agar tabung arang ini menggunakan uap bensin daripada menyia-nyiakannya, disarankan untuk meletakkannya di ruang bakar. Hanya sejumlah kendaraan karburator tertentu yang dilengkapi dengan komponen khusus ini.

Fuel Meter atau Fuel Indicator

Meteran bahan bakar biasanya diposisikan di dasbor mobil. Tugas meteran bahan bakar adalah memberi tahu pengemudi jumlah bahan bakar di tangki, sehingga pengemudi dapat memperkirakan dan tidak kehabisan bensin.

Fuel Meter atau Fuel Indicator

Pengukur bahan bakar di tangki bahan bakar mengirimkan sinyal ke pengukur bahan bakar ini, yang kemudian diubah menjadi bentuk analog atau digital.

Kesimpulan

Sistem bahan bakar sangat penting untuk pengoperasian mobil karena peran penting yang dimainkannya. Tangki bahan bakar, filter bahan bakar, saluran bahan bakar, dan pompa bahan bakar juga merupakan bagian dari sistem bahan bakar.

EFI mengandalkan informasi sensor untuk mengatur jumlah bahan bakar yang digunakan secara elektrik. Tangki bahan bakar adalah wadah bensin berbentuk kotak silinder. Ada juga beberapa komponen yang terbuat dari selang karet (rubber hose) untuk melindungi dari korosi.

Fungsi karburator adalah mengatur jumlah campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke mesin. Pengukur bahan bakar biasanya diposisikan di dasbor kendaraan berbahan bakar bensin, dan pengukur bahan bakar menunjukkan kondisi tangki bahan bakar saat ini.

Back to top button