
Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada awal pekan ini, Senin (8/12/2025) dan kembali memecahkan rekor all time high (ATH). IHSG ditutup pada level 8.710,69, yang merupakan level penutupan ATH.
Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 16.00 WIB, IHSG ditutup pada posisi 8.710,69 atau naik 0,90%. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada rentang 8.642-8.720.
Tercatat, 385 saham menguat, 265 saham melemah, dan 153 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau naik ke posisi Rp16.034 triliun.
: Potensi Akumulasi Asing di Pasar Saham Dorong Laju IHSG
Saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai Rp1,2 triliun. Saham BUMI ditutup menguat 5,88% ke level Rp252 per saham.
Saham lainnya yang juga menguat adalah saham DEWA yang naik 11,17% ke level Rp458, dan saham GOTO yang melesat 9,38% ke level Rp70 per saham.
: : IHSG Menguat ke 8.660, Saham DSSA, ASII hingga RLCO Kompak Hijau
Saham lain yang juga naik hari ini adalah saham ENRG menguat 18,67% ke level Rp1.430, saham WIFI menguat 1,57% ke level Rp3.880, dan sahamRAJA naik 5,04% ke level Rp6.775 per saham.
Sebelumnya, Customer Engagement & Market Analyst Team BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan secara teknikal, IHSG masih berada dalam tren bullish, dan masih memiliki potensi menguat menuju resistance terdekat pada 8.655-8.670, dengan support pada 8.595-8.610. Sementara itu, bearish scenario IHSG berada ada pada support di 8.494-8.554.
: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Senin, 8 Desember 2025
Menurut BRI Danareksa Sekuritas, katalis IHSG pada minggu ini adalah rapat The Fed pada 9-10 Desember 2025 untuk menentukan arah suku bunga usai periode pengetatan yang cukup panjang.
“Mayoritas analis memproyeksikan The Fed akan memangkas uku bunga 25 bps, melihat data tenaga kerja yang mulai melemah serta inflasi yang dinilai sudah cukup terkendali,” tulis Tim BRI Danareksa Sekuritas.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga ini sudah mendorong wall street mendekati rekor tertinggi. Apabila pemangkasan ini benar terjadi, maka mata uang dolar bisa melemah dan aliran dana asing meningkat, memberikan sentimen positif pada IHSG di akhir tahun.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
