IHSG 2025 cetak ATH 24 kali meski Rancak Media sell Rp17,34 triliun, didorong investor domestik. Total investor capai 20,2 juta, dominasi usia <30 tahun.
Saham blue chip LQ45 diprediksi rebound pada 2026 setelah kalah performa dari saham lapis dua dan tiga di 2025, didorong valuasi murah dan pelonggaran moneter.
IHSG 2025 naik 22,13% YtD ke 8.646,93, didorong saham tier-2 dan 3, bukan blue chip. Pasar kuat tapi rapuh, dominasi spekulasi small caps dan volatilitas global.
Pasar saham Indonesia melonjak 22,13% pada 2025, didorong oleh saham lapis kedua dan ketiga, meski saham unggulan stagnan. Investor lokal dan ritel berperan besar.
IHSG ditutup naik 0,03% ke 8.646,94 pada akhir 2025, dengan transaksi Rp20,39 triliun. Sepanjang 2025, IHSG menguat 22,13% dan mencatat rekor tertinggi.