Saham bank besar dan konsumer siklikal rawan profit taking usai IHSG cetak rekor ATH, sementara sektor energi dan infrastruktur diprediksi lebih stabil.
Perang dagang AS-China memicu volatilitas IHSG jangka pendek, namun pasar diprediksi pulih. Sektor teknologi dan finansial direkomendasikan untuk investasi.
Investor asing membeli saham Indonesia senilai Rp2,02 triliun pada 6 Oktober 2025, didorong oleh prospek positif emerging market dan kebijakan moneter yang mendukung.
Saham Grup Barito Pacific mendongkrak IHSG naik 2,94% di September 2025, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.890 triliun, tertinggi sepanjang sejarah.
Kapitalisasi pasar 10 emiten big caps Indonesia naik di Q3/2025, dipimpin BREN. Saham BREN, DSSA, dan DCII melonjak berkat transisi energi dan digitalisasi.
IHSG menguat 16,36% hingga kuartal III/2025, namun dana asing masih keluar. Investor global menunggu arah yield obligasi AS. Stabilitas rupiah dan strategi window dressing bisa menarik inflow.