IHSG pekan ini dipengaruhi banjir di Sumatra, meski ada penguatan 1,12%. Saham unggulan: BRMS, BMRI, PTRO, BREN, RAJA. Risiko inflasi dan sentimen global tetap perlu diwaspadai.
Investor asing memburu saham blue chip seperti BMRI dan BBCA di akhir 2025, dengan inflow mencapai Rp3,9 triliun. IHSG naik 0,52% didorong suku bunga rendah dan stimulus.
Puluhan emiten di BEI, termasuk ADRO dan MEDC, siap membagikan dividen interim senilai Rp11,42 triliun akhir 2025. Ini sinyal loyalitas, bukan prospek kinerja.
Manajer investasi bersiap menghadapi window dressing 2025 dengan strategi diversifikasi saham, fokus pada fundamental perusahaan, dan memantau dinamika global.
Peluang Santa Claus Rally di IHSG terbuka, namun risiko global seperti kebijakan The Fed dan profit taking bisa menahan laju penguatan pasar saham akhir 2025.