Pada 2026, BEI menargetkan 50 IPO baru dengan minat investor tinggi. Meski saham IPO 2025 mencatat kenaikan signifikan, seleksi fundamental tetap penting.
Saham konglomerat naik di 2025, namun di 2026 investor harus selektif dan fokus pada fundamental. Rebalancing disarankan jika valuasi saham terlalu tinggi.
Saham EBT seperti PGEO dan KEEN dinilai masih murah dengan prospek pertumbuhan jangka panjang yang solid hingga 2026, meski ada risiko regulasi dan biaya.
Saham blue chip Indonesia melemah di 2025 akibat aksi jual asing dan depresiasi rupiah, sementara saham konglomerat dan mid-cap lebih diminati investor.
Saham blue chip diprediksi rebound pada 2026 berkat katalis harga murah, ekspektasi suku bunga turun, dan pemulihan konsumsi. Potensi rotasi investor juga mendukung.