Bank Indonesia (BI) mendapat mandat baru dari UU P2SK untuk memperkuat sektor riil dengan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Bank Indonesia tidak akan memangkas BI Rate dalam waktu dekat, meski ada ruang pelonggaran. Fokus utama adalah stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
The Fed akan mengakhiri quantitative tightening pada Desember 2025, berpotensi meningkatkan likuiditas global dan menarik investor asing ke pasar obligasi RI.
IHSG diprediksi menguat hingga akhir pekan didukung sektor perbankan, energi, dan infrastruktur. Stabilitas ekonomi dan politik memperkuat tren positif ini.
IHSG menguat 16,36% hingga kuartal III/2025, namun dana asing masih keluar. Investor global menunggu arah yield obligasi AS. Stabilitas rupiah dan strategi window dressing bisa menarik inflow.
IHSG berpotensi menguat ke 8.170 didorong kesepakatan dagang RI-Uni Eropa dan stabilitas rupiah. Sentimen positif dari kebijakan fiskal dan The Fed juga mendukung.
IHSG diprediksi menguat didorong optimisme pelonggaran The Fed dan kesepakatan dagang RI-Uni Eropa hingga cukai rokok juga meningkatkan kepercayaan investor.
IHSG mencetak rekor tertinggi di 8.126,55, didorong kesepakatan dagang RI-Uni Eropa dan stabilitas rupiah. Pekan depan, pantau kebijakan fiskal dan cukai rokok.