Bank Indonesia memperketat pembelian valas tanpa 'underlying' untuk menstabilkan rupiah yang mendekati Rp17.900 per dolar AS, di tengah ketidakpastian global.
Bank Indonesia menahan suku bunga 4,75% untuk menjaga produktivitas modal kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi 2026 di tengah ketidakpastian global.
Investor asing memborong saham TLKM dan ASII pada 2025, sementara saham perbankan besar seperti BBCA dan BMRI diproyeksikan menarik kembali dana asing pada 2026.