Saham blue chip diprediksi rebound pada 2026 meski risiko seperti pertumbuhan kredit moderat dan persaingan ketat masih ada. Investor disarankan fokus pada saham dengan fundamental kuat.
Saham blue chip Indonesia melemah di 2025 akibat aksi jual asing dan depresiasi rupiah, sementara saham konglomerat dan mid-cap lebih diminati investor.
Saham blue chip diprediksi rebound pada 2026 berkat katalis harga murah, ekspektasi suku bunga turun, dan pemulihan konsumsi. Potensi rotasi investor juga mendukung.
Investor asing keluar dari saham BRI (BBRI) dengan penjualan bersih Rp1,7 triliun, sementara masuk ke Bank Mandiri (BMRI) dengan pembelian bersih Rp609,8 miliar.
IHSG mencapai rekor tertinggi di akhir 2025 berkat dukungan investor domestik meski Rancak Media sell asing. Stimulus pemerintah dan likuiditas lokal jadi pendorong utama.
Investor asing memburu saham blue chip seperti BMRI dan BBCA di akhir 2025, dengan inflow mencapai Rp3,9 triliun. IHSG naik 0,52% didorong suku bunga rendah dan stimulus.
Manulife fokus pada saham fundamental solid di sektor finansial, konsumer, dan blue chip, memanfaatkan tren IHSG positif dan valuasi menarik untuk reksa dana saham.