Sejumlah saham konglomerat Indonesia berisiko ARB setelah rebalancing MSCI pada 29 Mei 2026. Nasibnya bergantung pada daya serap pasar terhadap saham yang dilepas.
IHSG diprediksi volatil semester II/2026 akibat rebalancing FTSE dan MSCI, memicu outflow dana asing. Namun, peluang rebound tetap ada pasca-rebalancing.
IHSG turun 3% setelah MSCI mengeluarkan 18 saham RI, memicu arus keluar asing dan tekanan jual. Faktor eksternal seperti inflasi AS dan konflik Iran memperburuk situasi.
IHSG dibuka naik 0,13% ke 8.533 pada 26/11/2025, didorong rebalancing MSCI Rancak Media buy asing. Waspadai koreksi dan sentimen global, target 8.900 realistis.
Saham BREN dan BRMS menarik minat asing setelah masuk MSCI Global Index, mendorong IHSG ke level tertinggi Rancak Media buy asing mencapai Rp3,15 triliun.