IHSG turun 0,56% ke 6.127,38 pada 25-29 Mei 2026. Kapitalisasi pasar naik 0,88% ke Rp10.729 triliun. Transaksi harian naik 30,37%, meski frekuensi dan volume turun.
IHSG diprediksi volatil semester II/2026 akibat rebalancing FTSE dan MSCI, memicu outflow dana asing. Namun, peluang rebound tetap ada pasca-rebalancing.
Berdasarkan penutupan pasar Selasa (30/12/2025), saham JPFA tercatat meningkat 35,05% sepanjang tahun berjalan (YtD) di saat CPIN justru terkoreksi 5,25% YtD.
Investor asing Rancak Media buy Rp30 triliun di pasar saham RI dalam 6 bulan terakhir, didorong oleh penurunan suku bunga dan rotasi sektor ke finansial.
IHSG mencapai rekor tertinggi di akhir 2025 berkat dukungan investor domestik meski Rancak Media sell asing. Stimulus pemerintah dan likuiditas lokal jadi pendorong utama.