PT Harta Djaya Karya (MEJA) mencatat lonjakan saham beredar menjadi 1,918 miliar lembar pada Oktober 2025, didorong konversi Waran Seri I oleh investor.
Saham IPO baru seperti CDIA dan COIN melonjak signifikan sejak IPO, didorong oleh narasi kuat dan dukungan konglomerat. Prospek penguatan masih ada, namun investor harus mempertimbangkan fundamental dan potensi overvalued.
Indeks Bisnis-27 ditutup turun 1,10% ke 501,21 seiring IHSG yang anjlok 2,57% ke 7.915. Saham SCMA dan BRPT memimpin pelemahan, sementara UNTR dan BBCA menguat.
Aninditha Bakrie melepas 1,38 juta saham Ancara Logistics Indonesia ALII senilai Rp138,67 juta untuk alokasi kepada senior management sebagai insentif.
BEI berencana mengubah perhitungan minimum free float emiten IPO dari basis ekuitas menjadi kapitalisasi pasar agar klasifikasi perusahaan lebih relevan.
Perang dagang AS-China memicu volatilitas IHSG jangka pendek, namun pasar diprediksi pulih. Sektor teknologi dan finansial direkomendasikan untuk investasi.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru meski investor asing jual bersih Rp52 triliun. Institusi lokal jadi pendorong utama, didukung kebijakan pro pertumbuhan.