Rancak Media – , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 mengakhiri perdagangan Jumat (17/10/2025) dengan rapor merah, mencatatkan penurunan signifikan yang sejalan dengan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada penutupan sore, IHSG ambles 2,57% ke level 7.915, menyeret Indeks Bisnis-27 turut terkoreksi.
Menurut data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kolaborasi BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ini ditutup melemah 1,10% ke posisi 501,21. Dari 27 konstituen yang membentuk indeks ini, hanya 7 saham yang berhasil menguat, sementara 16 lainnya melemah, dan 4 saham sisanya stagnan, mencerminkan sentimen negatif yang dominan di pasar.
Penurunan harga saham paling tajam tercatat pada PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA), yang terkoreksi hingga 8,67% dan ditutup pada harga Rp358. Tren koreksi ini diikuti oleh saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang merosot 7,12% ke level Rp3.650, serta PT Indosat Tbk. (ISAT) yang kehilangan 4,36% nilainya menjadi Rp1.755.
Beberapa emiten besar lainnya juga tak luput dari tekanan jual. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) terkoreksi 4,05%, PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) turun 4,00%, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 2,37%. Tak ketinggalan, PT Astra International Tbk. (ASII) terkoreksi 2,17%, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) turun 2,03%, dan PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) melemah 1,38%.
Kendati demikian, di tengah gejolak pasar yang memerah, beberapa saham justru berhasil menunjukkan ketahanan dan membukukan kinerja positif. PT United Tractors Tbk. (UNTR) memimpin kenaikan dengan lonjakan 3,75% mencapai Rp26.950. Diikuti oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang menguat 2,74% ke Rp7.500, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) naik 2,69% ke Rp2.670, dan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang terapresiasi 2,26% menuju Rp4.970.
Selain itu, saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) juga naik 1,62%, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menguat 1,20%, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) membukukan kenaikan tipis 0,58%.
Sementara itu, empat saham konstituen lainnya tetap stagnan tanpa perubahan harga, yakni PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).
: : Lonjakan Saham DSNG, MAPI, hingga ICBP Angkat Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat
Menanggapi pergerakan pasar ini, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, menjelaskan bahwa pasar saham Indonesia tengah berada dalam fase distribusi. Secara teknikal, tanda-tanda “divergence” telah terlihat sejak satu hingga dua pekan sebelumnya, mengindikasikan potensi pelemahan.
“Momentum penurunannya mulai saat eskalasi perang tarif AS-China kembali pekan lalu. Nah, itu jadi trigger awal,” ujar Ekky kepada Bisnis pada Jumat (17/10/2025), mengidentifikasi ketegangan geopolitik sebagai pemicu utama koreksi pasar.
: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat 0,56%, Didorong Saham MAPI, MIKA dan KLBF
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Ringkasan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,57% ke level 7.915 pada Jumat (17/10/2025), menyeret Indeks Bisnis-27 turun 1,10% ke posisi 501,21. Dari 27 konstituen Indeks Bisnis-27, 16 saham melemah, 7 menguat, dan 4 stagnan. Penurunan paling tajam dialami PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) sebesar 8,67% dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) merosot 7,12%.
Meski pasar tertekan, beberapa saham berhasil menguat seperti PT United Tractors Tbk. (UNTR) naik 3,75% dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 2,74%. Menurut Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, pasar saham Indonesia berada dalam fase distribusi dan koreksi ini dipicu oleh eskalasi perang tarif AS-China.
