Bank Indonesia dan OJK meluncurkan strategi baru untuk memperkuat pasar keuangan RI melalui perjanjian derivatif antarbank dan matchmaking OIS, guna meningkatkan efisiensi dan transparansi.
Modal asing keluar bersih Rp2,71 triliun dari pasar keuangan RI pada 22-25 Sep 2025, meski saham diburu dengan masuk bersih Rp4,51 triliun. Risiko investasi meningkat.
IHSG mencapai rekor baru meski investor Rancak Media sell Rp52 triliun. Transaksi harian bursa melonjak, didorong oleh institusi lokal dan kebijakan ekonomi positif.
Bank Jago (ARTO) fokus pada profitabilitas meski BI Rate turun jadi 4,75%. Mereka menilai NIM bukan satu-satunya indikator kinerja, dan tetap menjaga pertumbuhan serta profitabilitas.
Bank Indonesia diprediksi akan memangkas suku bunga acuan hingga 50 bps lagi pada 2025, menyusul penurunan BI Rate ke 4,75% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Gubernur BI Perry Warjiyo mendukung pemindahan dana Rp200 triliun oleh Menkeu ke perbankan untuk memperkuat likuiditas, sejalan dengan kebijakan ekspansi BI.