Bank Indonesia mendorong perbankan meningkatkan pembiayaan hijau untuk mendukung ekonomi berkelanjutan dan ramah lingkungan, dengan fokus pada sektor produktif dan prinsip ekonomi hijau.
Bank Indonesia memprediksi ekonomi Sumbar tumbuh pada kuartal IV-2025 berkat libur Nataru, dengan sektor pariwisata, UMKM, dan transportasi sebagai pendorong utama.
Bank Indonesia menyalurkan insentif likuiditas Rp404,6 triliun hingga November 2025, dengan porsi terbesar Rp179,9 triliun ke Bank Umum Swasta Nasional.
Para ekonom memproyeksikan Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% pada November 2025 untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya tarik imbal hasil domestik.
Bank Indonesia mengungkapkan kredit industri padat karya masih rendah, meski likuiditas perbankan berlebih. BI dan pemerintah berupaya mendorong penyaluran kredit ke sektor riil dengan insentif dan program ekonomi.