Kelompok Belajar, Untuk Belajar Tatap Muka

ADVERTISEMENT

www.rancakmedia.com – Membagikan pelajar ke barisan belajar sebagai sistem yang bisa dipakai saat evaluasi bertemu muka terbatasi supaya tidak ada keramaian di sekolah.

Apa contoh implementasi barisan belajar ini?
Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah ,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumeri memberikan contoh praktek evaluasi individual yang dilaksanakan di SD Negeri 03 Pontianak Selatan, Kalimantan Barat.

Sistem barisan belajar dilaksanakan dengan memakai kemampuan tidak melewati 50% per kelas. “Hingga ada dua rombongan belajar pada satu barisan belajar,” kata Jumeri saat keputusan bersama dipublikasikan mengenai dasar penerapan evaluasi wabah Covid 19, Selasa (30 Maret 2021).

Kelompok Belajar melangsungkan tatap muka bertemu muka terbatas 2x satu minggu. Pelajar bernomor mangkir 1-16 masuk Senin dan Rabu, lalu Selasa dan Kamis.

“Sekolah ini cuman tawarkan 2 hari evaluasi tatap muka untuk tiap pelajarnya,” katanya. Lalu berapakah jam terbatasinya evaluasi bertemu muka yang dilaksanakan pelajar dalam satu minggu? Jumeri menerangkan, rombongan belajar sepanjang 3 jam start pukul 07.00 sampai 10.00.

“Karena tiaprombongan belajar ada dua sesion dalam satu minggu, tiap mahasiswa lakukan PTM sepanjang 6 jam dalam satu minggu,” kata Jumeri.

SDN 03 Pontianak Selatan mengganti jam masuk dengan interval beberapa waktu untuk tiap kelas. Ini supaya tidak ada berkumpulnya pelajar saat pulang kelompok Belajar.

Evaluasi Tatap Muka

Evaluasi tatap muka dapat dipadukan dengan evaluasi jarak jauh. PJJ digerakkan lewat program group WhatsApp untuk menyiapkan bahan belajar untuk barisan belajar yang tidak bersekolah di hari itu.

Ulasan pekerjaan selanjutnya dilaksanakan lewat tatap muka bertemu muka terbatas buat mereka yang mengontak sekolah dan Zoom yang mengontak PJJ. Sementara hari Jumat dipakai untuk penilaian.

Jumeri menerangkan praktek belajar barisan di SMA Negeri 9 Bengkulu Selatan. Di sekolah ini barisan belajar dipisah jadi dua shift, sore dan pagi, dengan 1 agenda per tingkatan.

Senin dan Kamis dipakai untuk Kelas XII, selanjutnya Selasa dan Jumat untuk Kelas XI. Saat itu, Rabu dan Sabtu direncanakan untuk kelas X. “Berlainan dengan SD, SMA dapat dibagi jadi dua lapis karena pelajarnya lebih masak,” kata Jumeri.

Dalam 1 minggu, pelajar SMAN 9 Bengkulu Selatan lakukan evaluasi tatap muka terbatas sepanjang 4 jam 30 menit. Karena jam belajar tatap muka sudah dikurangkan, PJJ menambah materi tambahan memakai bermacam basis yang dikontrol oleh guru. “Kami mengharap contoh praktek terbaik ini bisa dilaksanakan secara tatap muka sementara penebaran Covid-19 masih aman,” kata Jumeri.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim memperjelas, sekolah harus dapat mengaplikasikan ketentuan jarak sosial minimum 1,5 mtr. saat evaluasi tatap muka terbatasi. Karena itu, jarak duduk harus ditata dan jumlah pelajar di kelas optimal 18 orang.

Menurut Nadiem, pembagian barisan belajar untuk penuhi ketentuan itu sebagai peraturan masing-masing sekolah sesuai keperluan dan kekuatannya. “Tolong untuk tiga atau dua barisan. Kami berikan kebebasan pilih sekolah,” ucapnya.

Related Articles

Back to top button