Advertisement

Materi Pendidikan Anti Korupsi Di Sekolah

Rancakmedia.com – Berikut ini adalah penjelasan mengenai pendidikan anti korupsi yang wajib kamu ketahui. Pemberantasan korupsi sangat bergantung pada pendidikan antikorupsi. Yuk simak dibawah ini.

Untuk memberantas korupsi, seseorang tidak hanya harus mengidentifikasi dan menangkap kamu yang bertanggung jawab, tetapi juga bekerja untuk mencegah kejahatan serupa terjadi di masa depan dengan mempromosikan kesadaran dan pendidikan anti korupsi.

Pendidikan antikorupsi yang diajarkan di sekolah diharapkan dapat mencegah generasi penerus menjalankan praktik korupsi yang telah dilakukan sebelumnya. Namun, memberikan pendidikan antikorupsi tidak selalu sederhana.

Pendidikan antikorupsi harus ditekankan pada pentingnya moral. Moralitas adalah tujuan utama dari tindakan pencegahan untuk menghapus korupsi karena moralitas akan menentukan perilaku.

Karena itu, moralitas harus diperkuat dengan berbagai cara, termasuk melalui pendidikan masyarakat dan kesehatan mental masyarakat.

Kesehatan jiwa (mental health hygiene) masyarakat juga terus ditingkatkan melalui pendidikan formal, informal, dan nonformal, terutama melalui pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, dan pendidikan agama.

Selain itu, siswa harus meningkatkan kesadaran moral kamu, termasuk meningkatkan kesejahteraan kamu sendiri.

Pengertian Korupsi

Pengertian Korupsi

Corruptio, bahasa Latin korupsi untuk pembusukan atau pembusukan, berasal dari kata corrupt, yang berarti rusak atau membusuk. Dalam beberapa kepercayaan, korupsi mirip dengan gangren.

Tidak terasa, namun menyebar, membusuk dan menggerogoti tubuh. Korupsi dicirikan sebagai semacam kerusakan moral. Korupsi didefinisikan oleh sosiolog Syed Husein Alatas sebagai korupsi kepercayaan untuk keuntungan sendiri.

Selanjutnya, penyelewengan dana publik untuk keuntungan pribadi atau keuntungan kelompok adalah korupsi.

Penyebab Korupsi

Sifat manusia itu sendiri pada dasarnya harus disalahkan atas korupsi. Alasan Korupsi dapat direpresentasikan sebagai persamaan:

C = N + K

Kejahatan/Korupsi = Niat + Kesempatan.

N [niat] dapat dihubungkan dengan moral, budaya, aspek individu, aspirasi, dll.

K [kesempatan] dapat dihubungkan dengan faktor sistem, struktur sosial, politik dan ekonomi, struktur pengawasan, hukum, permasalahan kelembagaan, dll.

Korupsi adalah hasil dari unsur-unsur ini datang bersama-sama. Artinya, jika ada tujuan untuk melakukan korupsi tetapi tidak ada kesempatan, maka tindakan korupsi tidak akan terjadi.

Sebaliknya, jika kemungkinan untuk melakukannya terbuka lebar tetapi sama sekali tidak ada kemauan untuk melakukannya, maka korupsi juga tidak akan muncul.

Jadi, dapat dikatakan bahwa korupsi adalah campuran dari cacat moral dan sistemik. Keserakahan manusia menyebabkan dia mengganggu sistem untuk keuntungan pribadinya. Robert Kilgart mendefinisikan korupsi sebagai berikut:

C = M + D – A

Corruption = Monopoly + Discretion – Accountability

Monopoly : Penguasaan ekonomis terhadap aset

Discretion : Kewenangan mengelola aset

Accountability : Pertanggungjawaban

Bentuk atau Jenis Korupsi

Penyebab Korupsi

Ada dua jenis korupsi yang dapat dibedakan dengan melihat skalanya:

  1. Petty Corruption: Korupsi kecil-kecilan
  2. Grand Corruption: Mega korupsi

Berdasar sifatnya:

  1. Episodic Corruption
  2. Systemic Corruption

Dilihat dari hubungannya dengan pihak-pihak yang terlibat, maka terbagi menjadi 2:2.

Korupsi Eksternal

Khususnya korupsi yang dilakukan oleh seseorang saat berinteraksi dengan orang di luar institusi. Contohnya adalah:

  1. Layanan yang seharusnya diberikan secara cuma-cuma atau dengan biaya resmi yang kecil, seperti biaya fasilitasi atau uang tambahan, harus dibayar.
  2. Pembayaran untuk jasa yang tidak halal.
  3. Jenis uang ini dibayarkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dapat menghasilkan keuntungan bagi pembayar.
  4. Pengumpulan uang untuk menjamin bahwa seseorang tidak terluka Karena asimetri informasi, kamu yang memiliki pengetahuan dapat membebankan biaya kepada orang lain untuk layanan yang kamu lakukan dengan menggunakan pengetahuan itu.

Korupsi Internal

Korupsi yang dilakukan oleh seseorang [partai] di dalam batas-batas institusinya sendiri Contoh struktur ini adalah:

  1. Penggelapan dengan pemalsuan dokumen Apa yang dilakukannya adalah membuat catatan palsu yang mungkin memberinya keunggulan dibandingkan yang asli.
  2. Pencetakan label dan stempel yang berlebihan Korupsi semacam ini dilakukan dengan mencetak dokumen palsu atau lege yang dapat dijual atau dibeli dengan uang.
  3. Posisi jual beli Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan kekuasaan untuk menentukan status seseorang. Penyuapan, nepotisme, dan metode lain untuk mendapatkan keuntungan semuanya dapat digunakan untuk melakukan hal ini.
  4. Menunda deposit, yaitu memperlambat jangka waktu deposit dan memanfaatkannya untuk “dimainkan” terlebih dahulu

Kegiatan Pendidikan Anti Korupsi

Bentuk atau Jenis Korupsi

Berikut ini adalah kegiatan sikap pendidikan anti korupsi, diantaranya:

Pendidikan Anti Korupsi Kegiatan OSIS

Pengembangan pendidikan antikorupsi dalam kegiatan OSIS ditujukan untuk menumbuhkan internalisasi nilai dan pembentukan sikap dan perilaku antikorupsi melalui kegiatan dan pengalaman asli siswa.

Identifikasi Nilai dan Perilaku Anti Korupsi

Keyakinan dan perilaku antikorupsi yang diajarkan melalui pengembangan kegiatan OSIS dapat diidentifikasi sebagai berikut:

  1. Saat mewawancarai calon administrator atau pemimpin, ambil sikap yang tidak memihak yang berfokus pada ciri-ciri seperti kepribadian dan bakat profesional.
  2. Berperilaku dengan integritas dan dedikasi, memenuhi tugas dan kewajiban yang diberikan.
  3. Menunjukkan pendekatan terbuka dalam mengatur dan melaksanakan kegiatan koperasi.
  4. Menunjukkan pendekatan terbuka dalam mengendalikan anggaran keuangan operasi.
  5. Kemampuan mengomunikasikan konsep antikorupsi dengan semangat dan orisinalitas merupakan kebutuhan mutlak.
  6. Memiliki keberanian besar untuk berkontribusi dalam pemberantasan korupsi.
  7. Memiliki pemahaman dan mentalitas yang tegas dan luas tentang perilaku antikorupsi.
  8. Menunjukkan penghargaan dan kekaguman yang tulus terhadap perilaku antikorupsi.
    kami.
  9. Memiliki berbagai sifat karakter yang mengagumkan yang membantu menjaga perilaku tidak jujur.
  10. Memiliki sentimen dan sensasi yang kuat untuk mencegah kegiatan korupsi.

Strategi Pengembangan

Taktik berikut digunakan untuk mendorong pendidikan antikorupsi yang dipimpin siswa:

Pemilihan Pengurus Organisasi

Pengurus organisasi kemahasiswaan (OSIS) dan panitia kegiatan dipilih secara demokratis dan objektif, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dengan mengutamakan kemampuan dan kualitas mahasiswa tanpa terpengaruh oleh faktor subjektif yang berkontribusi terhadap korupsi.

Akibatnya, keadaan yang menekankan ciri kepribadian dan keterampilan profesional kandidat harus ditetapkan dan dipublikasikan. Selain itu, diperlukan proses pemilu yang transparan dengan penyajian fakta dan logika.

Kredibilitas Pengurus Organisasi

Lakukan semua yang kamu bisa untuk memastikan bahwa setiap anggota organisasi mahasiswa (OSIS) dan panitia kegiatan kamu melakukan apa yang seharusnya kamu lakukan, dan melakukannya dengan semangat, kejujuran, dan rasa kewajiban.

Untuk itu, setiap pengurus atau komite harus menuliskan segala macam pekerjaan yang telah dilakukan dalam buku harian kegiatan masing-masing manajemen atau komite, yang dapat ditinjau oleh siapa saja kapan saja.

Keterbukaan Organisasi

Semua hasil keputusan rapat, setiap rencana, proses pelaksanaan, dan hasil kegiatan kemahasiswaan diungkapkan secara tertulis di Papan Informasi Kegiatan Mahasiswa untuk umum.

Untuk itu, setiap prosedur dan akibat dari keputusan rapat dituangkan dalam risalah yang ditandatangani dan dikukuhkan oleh pengurus atau panitia kegiatan.

Akuntabilitas Organisasi

Strategi Pengembangan

Setelah setiap kegiatan kemahasiswaan selesai, harus dibuat laporan keuangan sesuai dengan isinya, termasuk segala macam pendapatan dan biaya secara lengkap dan didukung dengan bukti yang sah. Ini termasuk rencana anggaran kegiatan yang menyeluruh.

Rencana dan pelaksanaan anggaran sebagaimana tercantum dalam laporan keuangan kegiatan diumumkan pada Papan Informasi Kegiatan Mahasiswa, disertai dengan fotokopi seluruh penerimaan dan pengeluaran.

Pemanfaatan Media Sekolah

Menyediakan rubrik Anti Korupsi sebagai rubrik permanen selain rubrik lainnya di Majalah Dinding Mahasiswa. Setiap kelas mendapat giliran mengisi rubrik ini. Kompetisi dan hadiah besar mungkin ditawarkan kepada kamu yang menyelesaikan rubrik antikorupsi dengan benar.

Penilaian dalam kompetisi dilakukan secara objektif dan jujur. Temuan evaluasi yang komprehensif juga terungkap dalam rubrik. Turnamen dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu untuk berbagai edisi secara terus menerus.

Kisah nyata, karikatur, puisi, cerita pendek, cerita bergambar, komentar, dan ulasan semuanya dapat dimasukkan dalam Rubrik Anti Korupsi. Antikorupsi harus dijadikan rubrik permanen jika sekolah juga memproduksi koran atau majalah siswa.

Kegiatan Lomba Dalam Peringatan Hari Besar

Dalam rangka perayaan hari besar nasional dan keagamaan, berbagai turnamen yang bertema antikorupsi bisa digelar.

Seperti lomba pidato antikorupsi, menulis dan membaca puisi antikorupsi, menulis cerpen antikorupsi, memproduksi poster antikorupsi, membuat kartun antikorupsi, menggambar karikatur antikorupsi, lomba menyanyi antikorupsi, dan lain sebagainya.

Poster, puisi, karikatur, kartun, dan karya lain dari kontes ini dapat dipajang secara permanen di gedung sekolah untuk menanamkan rasa kebanggaan antikorupsi pada siswa.

Dialog dan Kegiatan Ilmiah

Pada waktu-waktu tertentu baik pada saat peringatan hari besar nasional maupun hari besar keagamaan atau sewaktu-waktu dapat diadakan dialog, ceramah, diskusi, seminar, atau kegiatan sejenis.

Yang bertemakan antikorupsi dengan mengundang nara sumber yang kompeten dari luar sekolah seperti kepolisian, kejaksaan, pengadilan, pengacara, ulama, mantan narapidana korupsi, mahasiswa, atau sumber lain yang dapat memberikan pencerahan, tambahan wawasan, memotivasi semangat, dan mendorong tumbuhnya perilaku anti korupsi.

Kegiatan Pentas Seni dan Pameran

Setiap tahun, baik di akhir maupun awal tahun ajaran, Student Art Performance digelar untuk menampilkan keterampilan dan bakat anak-anak dalam berbagai media seni sekaligus menanamkan cita-cita dan perilaku antikorupsi.

Selain itu, pameran karya siswa juga dapat diselenggarakan dengan menampilkan barang-barang istimewa dari sekolah. Tampilan karya dapat dikembangkan dengan menghadirkan cita-cita dan perilaku antikorupsi.

Kegiatan Kejuaraan Olahraga

Berbagai kegiatan dan kejuaraan olahraga perlu ditekankan pada penghayatan prinsip dan penanaman sikap yang mendorong perilaku antikorupsi, seperti kerja keras, disiplin, sportif, menghargai aturan, anti menyontek, berorientasi pada prestasi, sabar, jujur, dan sebagainya.

Pada sosialisasi pemberian informasi kepada anak-anak tentang nilai dari beberapa sikap dan tindakan tersebut daripada sekedar mencari kemenangan dalam pertandingan harus selalu dilakukan.

Karena hanya hasil kemenangan dalam pertandingan yang digunakan untuk mengevaluasi kegiatan olahraga dan kejuaraan siswa sampai sekarang, evaluasi berdasarkan kriteria untuk beberapa sikap dan perilaku yang tercantum di atas diperlukan.

Dengan demikian, pemenang tidak lagi menjadi pemenang dalam kompetisi. Tapi mungkin yang terbaik, paling pekerja keras, paling disiplin dan taat aturan, paling jujur, paling sportif dan seterusnya.

Kunjungan Lapangan

Pendidikan Anti Korupsi Kegiatan OSIS

Kunjungan lapangan untuk menyaksikan persidangan korupsi Rapat Paripurna DPRD saat pembahasan RAPBD atau kunjungan ke penjara tempat para narapidana korupsi ditempatkan semuanya mungkin merupakan metode yang efektif untuk menanamkan keyakinan dan perilaku anti-korupsi.

Dengan berpartisipasi dalam latihan ini, siswa akan mendapatkan pandangan langsung tentang apa itu korupsi dan bagaimana hal itu memanifestasikan dirinya dalam kehidupan nyata.

Selain berbagai kegiatan di atas, masih banyak kegiatan siswa tambahan yang dapat dihasilkan dengan desain yang dapat menjadi strategi pendidikan anti korupsi di sekolah. Pilihan bentuk dan taktik untuk kegiatan siswa ini bergantung pada keadaan dan potensi asli masing-masing sekolah.

Pendidikan Anti Korupsi Kegiatan Mata Pelajaran

Jika pendidikan merupakan usaha yang disengaja dan direncanakan, maka setiap tahapan proses pembelajaran merupakan langkah yang berkesinambungan dan konsisten untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Langkah penyisipan adalah cara mudah untuk melakukan tugas ini. Penyisipan dalam konteks ini berarti memasukkan pelajaran antikorupsi ke dalam pendidikan saat ini, khususnya dalam mata kuliah kewarganegaraan.

Jadi jangan menambahkan konten segar. Langkah penyisipan dilakukan dalam tiga fase, meliputi inisiatif merancang, menggabungkan siswa, dan menyiapkan jaringan.

Keberhasilan proses pembelajaran dalam mencapai hasil yang diinginkan dapat dipantau dengan menggunakan ketiga proses tersebut. Berikut ini adalah tindakan yang perlu dilakukan:

Inisiatif Merancang

Membuat persiapan yang cermat atas inisiatif instruktur. Desain dapat diproduksi sesuai kebutuhan, menggunakan format yang sesuai dengan permintaan kamu.

Langkah Inisiatif Merancang
  1. Menentukan tindakan yang dilakukan agar anak konsisten dan terbiasa berlatih di kelas, sekolah, keluarga, dan masyarakat.
  2. Mengembangkan instrumen evaluasi yang menggunakan indikator untuk memantau kemajuan siswa dalam pendidikannya.
  3. Membuat metode untuk mengevaluasi kemajuan siswa secara teratur menggunakan indikator.

Sertakan Peserta Didik

Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang memadukan semua indera siswa. Kesenangan dan minat dapat ditambahkan ke aktivitas apa pun.

Langkah Sertakan Peserta Didik

Berikut langkah melalui sertakan peserta didik:

Identifikasi Nilai dan Perilaku Anti Korupsi

Belajar Berkelompok

membentuk kelompok (kelompok diskusi, debat, dan permainan) secara terfokus untuk menetapkan resolusi perbaikan diri serta mencari solusi yang lebih komprehensif, dimulai dengan mengungkapkan pengakuan kesalahan dan komitmen untuk perbaikan diri.

Kegiatan di Luar Kelas

Membuat kegiatan liputan mengenai perilaku korupsi atau perilaku anti korupsi yang dilakukan di sekolah atau di lingkungan sekitar (seperti video Citizen Journalism/film pendek, dokumenter/dokumentasi foto)

Contoh bahan ajar terbitan KPK yang sesuai usia dan pendidikan serta dapat digunakan untuk mengamalkan cita-cita antikorupsi

Contohnya adalah membuat suara atau membuat tanda untuk menunjukkan ketidaksenangan kamu pada seseorang yang mengabaikan aturan. Tindakan serupa digunakan untuk memuji perilaku yang baik (misalnya, mengatakan “keren” dengan acungan jempol).

Siapkan Jejaring

Dengan melibatkan semua pemangku kepentingan, pembelajaran tidak boleh terbatas pada ruang kelas saja.

Kegiatan Pendidikan Anti Korupsi

Langkah Siapkan Jejaring
  1. Menyatukan pengetahuan dan proses penyisipan dalam MGMPS di tingkat sekolah (jika pengajar mata pelajaran lebih dari satu).
  2. Membangun sinergi untuk secara efektif memperkuat karakter antikorupsi di tingkat sekolah antara pengajar mata pelajaran dengan guru lain di sekolah yang sama.
  3. Forum MGMP adalah tempat yang luar biasa untuk mendorong kolaborasi dan pertukaran praktik terbaik pendidikan antikorupsi.
  4. Membangun sinergi antara sekolah dan orang tua.
  5. Membangun sinergi antara sekolah dan orang tua di lingkungan sekolah.

Bekerja dengan organisasi profesi lain untuk menciptakan sinergi antara pengajar topik. Nilai dan tindakan antikorupsi yang ditanamkan pada masyarakat dapat diidentifikasi sebagai berikut:

  1. Kenali dan hindari korupsi.
  2. Berusaha untuk menjalani kehidupan bermoral dan etis setiap hari.
  3. Kamu seharusnya hanya diberikan apa yang menjadi hak kamu.
  4. Menghormati dan memenuhi hak orang lain.
  5. Kita mampu menilai asal-usul dan akibat korupsi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
  6. Mendidik diri sendiri dan orang lain tentang bahaya korupsi.

Pembudayaan Nilai Pendidikan Anti Korupsi Aktivitas Sekolah

Dimungkinkan juga untuk mengembangkan prinsip anti korupsi pada siswa melalui pembudayaan kegiatan sekolah dan lingkungan sekitar. Untuk membangun budaya anti korupsi, sekolah perlu merancang program pembiasaan.

Penampilan fisik dan kepribadian seseorang dapat memperoleh manfaat dari pembiasaan yang tepat. Di sisi lain, kebiasaan yang tidak diinginkan berkontribusi pada pengembangan sifat karakter negatif dalam diri seseorang.

Berdasarkan kebiasaan ini, anak-anak terbiasa untuk mematuhi dan menaati hukum yang berlaku di sekolah dan masyarakat. Setelah memperoleh kebiasaan pendidikan yang baik di sekolah, dampaknya juga terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan hingga dewasa.

Pembentukan pendidikan antikorupsi melalui pembiasaan perilaku di sekolah bertujuan untuk menciptakan suasana dan menumbuhkan budaya antikorupsi di lingkungan sekolah.

Pengulangan suatu kegiatan dalam jangka waktu yang lama menyebabkan pembiasaan, yaitu proses di mana perilaku yang dilakukan secara teratur menjadi mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari.

Identifikasi Nilai dan Perilaku Anti Korupsi

Keyakinan dan perilaku antikorupsi yang diperkuat melalui pembiasaan perilaku dapat diidentifikasi sebagai berikut:

Pemilihan Pengurus Organisasi

  1. Memiliki sikap dan keyakinan anti korupsi yang kuat.
  2. Pertahankan sikap terbuka dan jujur, bertindak secara bertanggung jawab, dan pertahankan kepentingan umum.
  3. Jujurlah pada diri sendiri dan orang lain dalam melakukan transaksi.
  4. Hanya bertindak sedemikian rupa untuk menerima atau menolak apa yang sebenarnya miliknya, atau tidak mengambil apa yang bukan miliknya.
  5. Strategi Pembiasaan Perilaku Anti Korupsi di Sekolah
Penyampaian Komitmen Anti Korupsi dalam Upacara

Proses pembiasaan perilaku antikorupsi menuntut komitmen yang kuat dan tahan lama. Ini menyiratkan bahwa sangat penting untuk menciptakan komitmen yang konstan secara berkelanjutan.

Dalam upaya memperkuat komitmen tersebut, bahasa “Komitmen Anti Korupsi” dapat didaraskan pada setiap kegiatan upacara, termasuk upacara Senin, upacara ke-17, dan perayaan hari besar nasional.

Naskah upacara “Komitmen Anti Korupsi” boleh dibaca oleh salah satu siswa, dan diharapkan seluruh peserta acara dapat menirunya.

Pengadaan Kas Sosial Kelas

Perolehan Class Social Cash juga dapat digunakan untuk melatih kebiasaan perilaku anti korupsi. Praktek penanganan uang Kas Sosial Golongan secara jujur, terbuka, dan bertanggung jawab akan dapat membangun prasangka terhadap kegiatan ini.

Selain itu, Kelas Sosial Tunai dapat membantu siswa belajar tentang perlunya melindungi dan mempromosikan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi kamu.

Pengadaan Pos Kehilangan dan Benda Tak Bertuan

Salah satu gejala kejujuran adalah tidak ingin memiliki sesuatu yang bukan miliknya, meskipun barang tersebut merupakan hasil penemuan dan ternyata tidak ada yang memilikinya. Pembiasaan pola pikir ini sangat efektif dan relevan untuk dapat mencegah tindakan korupsi.

Salah satu upaya untuk membiasakan diri dengan mentalitas ini adalah dengan meng-host Posting Item yang Hilang dan Tidak Terkelola. Artikel ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan semua barang hilang dan ditemukan di sekolah, terlepas dari siapa yang menemukannya.

Warga sekolah yang percaya bahwa kamu kehilangan sesuatu setiap saat dapat datang ke pos untuk memeriksa barang-barang kamu yang hilang jika orang lain menemukan kamu dan melaporkannya ke pos.

Tata cara dan mekanisme kerja Pos Barang Hilang dan Tidak Terkelola dapat dirancang dengan semangat prasangka baik, namun harus disertai dengan mekanisme klarifikasi dengan memperhatikan identitas orang tersebut dan barang miliknya yang diambil.

Bagi seseorang yang mengaku kehilangan barang tersebut harus mencantumkan ciri, warna, atau bentuk barang yang bersangkutan.

Salam dan Yel-yel Anti Korupsi

Pembiasaan perilaku antikorupsi harus dilengkapi dengan pembentukan iklim yang mendukung. Lingkungan antikorupsi dapat ditimbulkan oleh pembiasaan “Salam” dan “Yel-yel” yang keras dan tegas menentang aktivitas korupsi.

Praktik penggunaan antikorupsi disambut seperti “korupsi… Tidak!” dan “Anti Korupsi… Ya!” mungkin bisa membantu membangun salam anti korupsi.

Keterbukaan Organisasi

Setiap kali seorang anggota sekolah atau fakultas bertemu dengan orang lain di sekolah atau di masyarakat, atau bahkan di awal dan di akhir kelas, setelah menyapa dengan “Assalamu ‘alaikum – Wa’alaikum Salam” atau setelah menyapa dengan “Selamat Pagi/Siang/Malam /Malam”.

Kamu harus menyapa dengan kata-kata: “korupsi” dan menjawab “Tidak” sambil mengangkat tinju; “Anti Korupsi” dan jawaban “Ya” Sambutan dan tanggapan disampaikan dengan nada penuh percaya diri dan bersemangat.

Pemasangan Poster atau Karikatur

Suasana antikorupsi sekolah juga dapat diciptakan dengan memasang poster atau kartun nilai-nilai antikorupsi dan perilaku. Dengan gaya kata-kata bijak, motto poster bertujuan untuk meninggalkan kesan abadi.

Poster harus merupakan hasil karya siswa dan dipajang secara elegan di sudut-sudut ruangan atau gedung sekolah sehingga dapat turut menambah daya tarik. Begitu juga karikatur. Mengadakan lomba antar pelajar dapat digunakan untuk mendapatkan kartun anti korupsi.

Rasa bangga terhadap poster dan karikatur antikorupsi siswa dapat meningkatkan komitmen antikorupsi kamu ketika dipajang di seluruh kelas atau lingkungan sekolah.

Kredibilitas Pengurus Organisasi

Pembentukan Kader (Agen Perubahan) Penegak Anti Korupsi

Perwakilan kelas dapat digunakan untuk menciptakan kekuatan penegakan antikorupsi untuk perubahan positif. Minimal dua siswa dari setiap kelas dipilih untuk mewakili kelas itu.

Kriteria pemilihan kader kelas didasarkan pada pengabdian dan sifat amanah siswa di kelas. Selain itu, sekolah menginstruksikan dan mempersiapkan perwakilan kelas untuk berperan sebagai penegak antikorupsi.

Penyelenggaraan Kantin Kejujuran

Pendirian kantin kejujuran dapat dilakukan di sekolah-sekolah. Sebelum kantin kejujuran didirikan, pihak sekolah mensosialisasikan keberadaan kantin dan mentransmisikan cara pembelian.

Kantin harus berada di tempat umum yang mudah dijangkau dan dapat dilihat dari segala arah.
Inventarisasi barang dan uang yang diterima dievaluasi secara berkala ketika sekolah mengakses uang tunai. Pembukuan kantin diumumkan setelah dilakukan penilaian berkala.

Kemitraan Tripusat Pendidikan

Agar Pendidikan Antikorupsi dapat berhasil, maka harus diintegrasikan ke dalam kerjasama trisenter pendidikan, yang terdiri dari lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat pendidikan.

Akuntabilitas Organisasi

Sekolah

Pendidikan Antikorupsi dilaksanakan di sekolah melalui tiga cara: melalui kegiatan ekstrakurikuler, penyisipan kurikulum, dan kegiatan pembentukan karakter lainnya.

Pelaksanaan pendidikan antikorupsi di sekolah harus dibarengi dengan pendidikan di rumah-rumah seluruh warga sekolah. Mengimbangi nilai semudah

  1. Pihak sekolah mensosialisasikan kegiatan pengajaran antikorupsi kepada orang tua
  2. Orang tua murid mengetahui dan telah menandatangani laporan tentang prakarsa pendidikan antikorupsi kamu.

Pendidikan Anti Korupsi dapat dilaksanakan dengan bantuan masyarakat dengan cara sebagai berikut:

  1. Anggota masyarakat sebagai sumber informasi.
  2. Polisi, kejaksaan, komisi pemberantasan korupsi, atau instansi terkait lainnya dapat diundang untuk membantu upaya ini.
  3. Mahasiswa yang mengikuti program pendidikan antikorupsi dapat menggunakan masyarakat sebagai bidang studi untuk mengamati korupsi dalam berbagai bentuk.

Kesimpulan

Nah itu dia materi pendidikan antikorupsi yang wajib kamu ketahui, penyalahgunaan dana publik untuk keuntungan pribadi atau keuntungan kelompok adalah korupsi. Ada dua jenis korupsi yang dapat dibedakan dengan melihat skalanya.

Cek Berita dan Artikel Rancakmedia.com Lainnya di Google News

Tombol kembali ke atas