Saham blue chip Indonesia melemah di 2025 akibat aksi jual asing dan depresiasi rupiah, sementara saham konglomerat dan mid-cap lebih diminati investor.
Valuasi saham emiten EBT masih murah dengan prospek jangka panjang yang kuat. Waktu ideal investasi awal 2026 saat suku bunga longgar dan proyek EBT jelas.
Kementerian Kehutanan mengumumkan pencabutan 22 Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) dengan total luas mencapai 1.012.016 hektare (ha). Pemerintah akan audit Toba Pulp Lestari.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pejabat dan tokoh publik agar tidak menjadikan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera sebagai ajang pencitraan.
PT Jinlong Resources mengakuisisi 48,07% saham Hotel Fitra senilai Rp65,83 miliar dari PT Gloria Inti Nusantara, Hendra Sutanto, dan Richard Suwandi Lie.
Saham blue chip diprediksi rebound pada 2026 berkat katalis harga murah, ekspektasi suku bunga turun, dan pemulihan konsumsi. Potensi rotasi investor juga mendukung.