IHSG Sesi I Kinclong, Saham Afiliasi Haji Isam Terbang

 

Rancak Media – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kinclong pada perdagangan sesi pertama hari ini. Sejumlah saham besutan taipan Syamsudin Andi Arsyad atau Haji Isam tercatat terbang.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat 1,3% pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (23/10/2025) ke level 8.258,34. IHSG bergerak di rentang terbawah 8.180 sampai tertinggi 8.269.

IHSG pun kinclong dalam kurun waktu sebulan perdagangan terakhir, naik 1,64%. Sebelumnya, IHSG sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) intraday pada bulan ini, tepatnya 13 Oktober 2025, yakni di level 8.288. 

: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Kamis 23 Oktober 2025

IHSG pun kokoh di zona hijau, menguat 16,64% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025.

Pada perdagangan sesi pertama hari ini, sejumlah saham dengan transaksi tinggi mencatatkan kinerja moncer. Harga saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya naik 0,91% dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) lompat 7,4%.

: : IHSG Dibuka Menguat 0,56% ke 8.198, Saham UNVR hingga WIFI Melaju Hijau

Sementara, sejumlah saham terafiliasi Haji Isam kompak moncer. Harga saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) misalnya melonjak 23,33%, PT Dana Brata Luhur Tbk. (TEBE) naik 21,16%, dan PT Prediksi Gunatama Tbk. (PGUN) naik 19,97% pada perdagangan sesi pertama hari ini.

Pada perdagangan sebelumnya, Rabu (22/10/2025), IHSG ditutup melemah sebesar 1,04% ke level 8.152,55. 

: : IHSG Potensi Menguat, Cek Saham Jagoan BRI Danareksa Sekuritas

Tim Riset Phintraco Sekuritas mengatakan terdapat sejumlah sentimen yang menyertai pergerakan IHSG, di antaranya keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga tetap.

Koreksi harga komoditas emas, juga mendorong pelemahan pada saham-saham berbasis komoditas emas. Saham sektor basic material mencatatkan koreksi terbesar, sedangkan saham sektor properti membukukan penguatan terbesar pada perdagangan kemarin.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.