IHSG diprediksi variatif dengan support 6.200-6.250. Pasar soroti kebijakan ekspor satu pintu dan kenaikan BI Rate 50 bps ke 5,25% yang pengaruhi rupiah.
IHSG dibuka melemah di level 8.627,40 pada 30 Desember 2025, tertekan oleh penurunan saham emiten emas dan perbankan seperti ANTM, DEWA, BBRI, dan BBCA.