Bursa Perdagangan Kripto Bakal Meluncur Akhir 2021 Simak Selengkapnya

Lovata Andrean

Bursa Perdagangan Kripto Bakal Meluncur Akhir 2021
Bursa Perdagangan Kripto Bakal Meluncur Akhir 2021

Rancakmedia.com – Kementerian Perdagangan adalah kementerian yang memberikan perhatian besar pada pertumbuhan industri kripto di tanah air. Memang, melalui Bappebti, Kemendag memiliki kewajiban dan kemampuan untuk menjamin perdagangan komoditas.

Sejak perkembangan aset kripto di Indonesia dan popularitasnya yang semakin meningkat dengan segala persoalannya, Kementerian Perdagangan secara konsisten menegaskan akan mengatur dan menetapkan undang-undang. Salah satunya adalah dengan membangun pertukaran perdagangan crypto-only. Publik kini semakin menantikan kapan bursa akan didirikan.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan saat ini proses pembentukan bursa perdagangan kripto masih berlanjut. Direncanakan pertukaran crypto akan dimulai pada akhir tahun ini.

“Kalau tahun ini tidak ada yang salah, kita sudah proses. Kalau delay kecil, mungkin tidak lama” di sela-sela acara d’Mentor, Rabu (11/3/2021) itu, kata dia.

“Tapi prosesnya sudah kami lakukan, mulai dari binding secara lebih mendalam, profil calon member yang bergabung di bursa, hingga membangun sistem, jaringan dan sebagainya, saat ini sedang kami proses,” sambungnya.

Bursa Perdagangan Kripto Bakal Meluncur Akhir 2021

Jerry berkomentar, membangun pertukaran crypto pasti akan dilakukan. Karena merupakan amanat undang-undang yang mengatur bahwa semua perdagangan komoditas harus dilakukan melalui bursa.

“Karena tujuan kami adalah bagaimana menjalankan amanat undang-undang dan memberikan perlindungan kepada konsumen,” tambahnya.

Lebih lanjut Jerry menekankan bahwa kripto di Indonesia selalu dianggap sebagai komoditas, bukan bentuk pembayaran. Itu sebabnya dia terus-menerus menyebutnya sebagai aset kripto, bukan mata uang kripto.

Jerry mengakui bahwa industri kripto di Indonesia semakin besar. Data per September 2021, transaksi sejak awal tahun sudah mencapai lebih dari Rp 600 triliun.

“Sudah mencapai ambang kritis. Kemudian rata-rata setiap hari sekitar Rp 3 triliun. Dibandingkan tahun 2020 hanya Rp 65 triliun. Menurut statistik demografi, pelakunya sering berusia awal 20-an atau awal 30-an, oleh karena itu kita dapat melihat bahwa ini adalah kenaikan astronomis” katanya.

Di hari yang sama, Ketua Asosiasi Perdagangan Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda membandingkan industri kripto di Indonesia seperti bayi yang baru lahir. Sekitar 2-3 tahun yang lalu bayi ini lahir lebih awal, tetapi hari ini hampir sempurna.

“Kalau soal adopsi, bayinya prematur karena regulasinya belum ditetapkan. Kemudian, jika melihat niat Wakil Menteri dan Bappebti untuk membuka bursa, itu menunjukkan bahwa industri kripto berkembang dan proses legitimasi pun lebih baik, seiring berjalannya waktu” pungkasnya.

Kesimpulan Mengenai Bursa Perdagangan Kripto Bakal Meluncur Akhir 2021:

Kementerian Perdagangan merupakan kementerian yang memberikan perhatian yang cukup besar terhadap pertumbuhan industri kripto di Indonesia. Publik kini semakin menantikan kapan bursa akan didirikan. Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan proses pembentukan bursa perdagangan kripto masih berlanjut.

Crypto di Indonesia selalu dianggap sebagai komoditas, bukan bentuk pembayaran. Transaksi sejak awal tahun sudah mencapai lebih dari Rp 600 triliun. Ketua Asosiasi Perdagangan Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) membandingkan industri kripto di Indonesia seperti bayi yang baru lahir.

Baca Juga

Bagikan:

Lovata Andrean

Hai saya Lovata saya bukan Ai namun saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua. Thanks