Advertisement

Investor Khawatir Default Evergrande, Bitcoin Cs Runtuh

Laporan Bitcoin Cs Runtuh

Pasar sudah memperkirakan bahwa laporan inflasi berikutnya akan naik lagi, dengan beberapa ahli memperkirakan kemungkinan bahwa statistik utama termasuk makanan dan energi akan mencapai 7 persen.

Keadaan seperti itu dapat mewakili bahaya bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan bertindak lebih cepat dari yang diharapkan.

Jika inflasi terus meningkat, pembuat kebijakan Fed kemungkinan akan membuat pengumuman minggu depan bahwa Fed akan mulai mengurangi stimulus ekonominya.

Tahap pertama adalah mempercepat penurunan pembelian obligasi bulanan atau tapering. Pasar memperkirakan bahwa The Fed akan melipatgandakan tapering menjadi US$ 30 miliar.

Nilai Bitcoin naik ketika inflasi naik, yang merupakan hal yang baik bagi investor kripto karena bitcoin dipandang sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga.

Namun, karena prospek pengurangan yang dipercepat dan kripto masih merupakan aset yang berbahaya, investor cenderung menahan sikap mereka untuk masuk ke pasar kripto saat ini.

Kesimpulan:

Harga bitcoin dan cryptocurrency berkapitalisasi besar lainnya jatuh ke zona merah pada Jumat pagi waktu Indonesia (10/12/2021). Bitcoin kembali terkoreksi sebesar 3,75 persen ke level harga US$ 48.395. 8

Nilai pasar Bitcoin terus turun selama lima hari berturut-turut. Pengembang properti China Evergrande Group secara resmi default. Perusahaan melewatkan pembayaran obligasi dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Hal ini menyebabkan lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan peringkat utangnya. Nilai Bitcoin naik ketika inflasi naik, yang bagus untuk investor karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap kenaikan harga.

Cek Berita dan Artikel Rancakmedia.com Lainnya di Google News

Laman sebelumnya 1 2
Tombol kembali ke atas