IEA Meningkatkan Proyeksi Permintaan Minyak Global

IEA meningkatkan proyeksi permintaan minyak global pada 2021. IEA meningkatkan prospek konsumsi minyak tahun ini sejumlah 230.000 barel setiap hari jadi 5,7 juta barel setiap hari di tengah-tengah keadaan ekonomi yang semakin kuat di AS dan China.

Cuaca ekstrim yang menerpa Amerika Serikat mengakibatkan pengurangan produksi minyak dan mengusik tersedianya listrik.

The International Energy Agency (IEA) memprediksi perkembangan konsumsi minyak global. Itu akan dilaksanakan bersamaan dengan perbaikan perekonomian global dari wabah virus.

Dalam laporan bulanannya, IEA meningkatkan prospek konsumsi minyak tahun ini sejumlah 230.000 barel setiap hari jadi 5,7 juta barel setiap hari di tengah-tengah keadaan ekonomi yang semakin kuat di AS dan China.

Prediksi itu memberi dua pertiga dari permintaan minyak yang hilang pada tahun 2020. IEA mengatakan jika keseluruhan cadangan minyak, yang naik tahun kemarin karena wabah virus corona, sekarang sudah turun. Ini terjadi saat proses vaksinasi diteruskan secara cepat.

Disamping itu, keadaan ekonomi global sekarang ini sedang pada keadaan yang lebih bagus, kata pengakuan IEA yang diambil www.rancakmedia.com, Kamis (15 April 2021).

🔥TRENDING:  Inalum Memproduksi 245 Ribu Ton Aluminium

IEA meningkatkan proyeksi permintaan minyak global pada 2021. Berdasar data IEA, jumlah cadangan minyak di negara industri cuman 28,3 juta barel di atas rerata cadangan pada masa 2016-2020. Tetapi, pasar minyak mentah untuk saat ini tetap tenang karena ramainya gelombang pengembangan cadangan minyak karena virus corona yang ada di India dan Brasil.

Gencarnya permintaan minyak itu bisa menggerus permintaan minyak di tengah-tengah gagasan kenaikan produksi yang dilaksanakan oleh The Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutunya atau OPEC + awal bulan depan.

Pada tatap muka mereka pada awal April, OPEC, Rusia dan produsen sekutu yang lain setuju untuk batasi produksi sejumlah 350.000 barel setiap hari (bph) pada bulan Mei, seterusnya 350.000 barel setiap hari pada bulan Juni serta lebih lanjut 400.000 barel setiap hari ataupun lebih pada bulan Juli menyusut.

Berdasar kesepakatan itu, pemangkasan yang diaplikasikan oleh OPEC + sedikit akan di atas 6,5 juta barel setiap hari mulai Mei, dibanding dengan cuman di bawah tujuh juta barel setiap hari pada bulan April.

🔥TRENDING:  Keuntungan MDKA dan Penjualan Menyusut Berbeda

Prospek kenaikan suplai minyak ada dari Iran yang tetap meningkatkan penjualannya ke China. Ini terjadi di tengah-tengah ancaman yang dijatuhkan pada Iran. Iran menghasilkan 2,3 juta barel minyak mentah satu hari Senin kemarin.

IEA memprediksi jika Iran dan AS bisa capai persetujuan untuk mengambil larangan export Iran, angka itu bisa bertambah 1,5 juta barel setiap hari. Walau dibayang-bayangi kenaikan suplai, IEA memprediksi jumlah cadangan minyak dunia akan turun berarti pada paruh ke-2 tahun ini.

Diprediksi OPEC perlu meningkatkan produksi sebesar dua juta barel setiap hari untuk penuhi permintaan yang semakin meningkat ini. IEA meningkatkan prediksi permintaan minyak AS sejumlah 360.000 barel setiap hari pada kuartal ke-2 2021 dan 370.000 barel setiap hari pada kuartal ke-3 2021.

Permintaan dari China diprediksi akan bertambah 160.000 barel setiap hari tahun ini. “Pengangkutan bahan bakar di AS bertambah bersamaan dengan berjalannya proses vaksinasi dan jumlah infeksi virus korona turun,” kata cuplikan dari laporan IEA.

Back to top button