Meningkatnya IHSG kapitalisasi pasar

Meningkatnya IHSG dan kapitalisasi pasar. Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan atau periode 8-12 Maret 2021, naik 1,59 persen menjadi 6.358,2 dari 6.258,7 pada akhir pekan lalu .Peningkatan IHSG dan kapitalisasi pasar dinyatakan sebagai berikut.

Meningkatnya IHSG dan kapitalisasi pasar. Dalam pernyataan resmi BEI pada Sabtu (13 Maret 2021), peningkatan tersebut juga sejalan dengan peningkatan kapitalisasi pasar sebesar 1,17 persen menjadi Rp 7.438,5 triliun dari posisi pekan lalu Rp 7.352,2 triliun.

IHSG naik 1,59 persen dan peningkatan tersebut juga sejalan dengan peningkatan kapitalisasi pasar sebesar 1,17 persen menjadi Rp 7.438,5 triliun. Meningkatnya IHSG dan kapitalisasi pasar. Namun jika dibandingkan dengan penutupan pasar modal pada minggu sebelumnya, terjadi penurunan volume transaksi harian, frekuensi harian, dan nilai transaksi harian.

Meningkatnya IHSG dan kapitalisasi pasar, IHSG naik 1,59 persen dan peningkatan tersebut juga sejalan dengan peningkatan kapitalisasi pasar sebesar 1,17 persen menjadi Rp 7.438,5 triliun.

🔥TRENDING:  Syarat Mengajukan BRI KUR Bunga 6 Persen

Volume transaksi rata-rata harian di bursa turun 18,60 persen selama sepekan menjadi 17,921 miliar lembar saham dari 22,015 miliar lembar saham pekan lalu. Kemudian rata-rata frekuensi transaksi harian turun 14,11 persen menjadi 1.209.323 transaksi, dibandingkan penutupan 1.408.070 transaksi pada pekan lalu.

Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan ditemukan turun 15,94 persen atau mencapai Rs 11,9 triliun dari Rs 14,2 triliun pada akhir pekan lalu.

Investor asing membukukan nilai penjualan bersih Rp 456,76 miliar pada akhir pekan ini. Pada tahun berjalan 2021, investor asing mencatat pembelian bersih 12,7 triliun rupee.

PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) minggu ini tercatat di papan utama dan PT Karunia Beton Sadaya Tbk (BEBS) di papan pengembangan BEI.

🔥TRENDING:  Lowongan Pekerjaan Pertamina 2021 Dibuka

Kedua perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan kedelapan dan kesembilan yang tercatat di BEI pada tahun 2021. Selain itu, PT Pupuk Indonesia (Persero) mencatatkan Obligasi Berkelanjutan II Pupuk Indonesia Tahap II dengan nilai penerbitan 2,75 triliun rupee pada tahun 2021.

OJK meminta emiten mengatur pembelian kembali saham dari investor. Total penerbitan obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang tahun 2021 sebanyak 14 penerbitan dari 12 emiten dengan nilai Rs 14,60 triliun.

Dengan pencatatan tambahan ini, total penerbitan obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI sebanyak 475 isu dengan outstanding nilai Rs.428,8 triliun dan $ 47,5 juta yang diterbitkan oleh 130 emiten. Selain itu, 140 seri obligasi pemerintah (SBN) senilai 4.086,8 triliun rupee dan 400 juta dolar AS tercatat di BEI. Saat ini ada 11 masalah EBA senilai 7,25 triliun rupee.

Back to top button