Harga Cabai Naik Mencapai 150.000 Rupiah

Harga cabai naik mencapai 150.000 rupiah per kilogram, lebih mahal dari harga daging sapi yang biasanya Rp 120 ribu per kilogram.

Harga cabai naik mencapai 150.000 rupiah. Hal itu dikatakan oleh salah satu pedagang sayur di Pasar Minggu, Jakarta Selatan bernama Koyah. Namun, dia mengungkap kini harga sudah turun di harga Rp 120 ribu per kilogram.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangerang Eni Nuraeni menjelaskan harga cabe rawit di antara Rp 120.000 sampai Rp 150.000 per kg di beberapa pasar berdasar sidak Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

Eni menjelaskan, harga cabe naik karena petani tidak berhasil panen karena cuaca yang tidak pasti. “Kemungkinan panen dapat tidak berhasil. Sesudah hujan, panas terus, hujan turun terus,” kata Eni lewat telephone, Rabu malam (10/3/2021) malam.

🔥TRENDING:  Pengertian Produk Jenis, Tingkatan & Konsep Produksi

“Sekarang saya jual Rp 120 ribu per kilogram. Ini sudah turun, minggu kemarin sempat Rp 150 ribu per kilonya,” ujar Koyah, saat ditemui oleh detikcom di Pasar Minggu, Rabu (10/3/2021).

Koyah menduga kenaikan harga cabai ini karena faktor cuaca. Dia mengatakan, akibat kenaikan harga ini stok yang dia beli dari online berkurang.

“Tadinya beli 10 kilo sekarang jadi beli 5 kilo aja, ini gara-gara cuaca kayanya. Semenjak corona juga,” lanjutnya.

Di tempat berbeda, harga cabai rawit merah juga dikatakan sempat mengalami kenaikan Rp 150 ribu per kilogram. Itu dikatakan oleh salah satu pedagang bumbu di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

“Ini sekarang udah turun jadi Rp 120 ribu per kilogram, sebelumnya sempet Rp 150 ribu,” kata pedagang bumbu bernama Hadi

🔥TRENDING:  Cara Membaca Grafik Trading Forex

Kok bisa harga cabai bisa tembus Rp 150 ribu?

Dia juga mengatakan, akibat kenaikan harga stok yang dia beli dari Pasar Induk Kramatjati berkurang dari 20 kilogram per hari, jadi 5 kilogram.

“Sekarang saya turunin beli di Kramatjati, tadinya 20 kilo jadi turun 3 kali lipat, 5 kilo aja. Pembeli juga belinya berkurang, warung makan tadinya beli 1 kilo jadi 1/2 kilo,” kata Hadi.

Back to top button