
Rancak Media – , JAKARTA — Bank Indonesia (BI) memberi sinyal tidak akan melakukan pemangkasan suku bunga kebijakan alias BI Rate dalam waktu dekat.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan ruang pelonggaran kebijakan moneter tetap terbuka. Alasannya, inflasi 2025–2026 diperkirakan tetap berada dalam sasaran 2,5±1% dan pertumbuhan ekonomi yang dinilai masih berada di bawah kapasitas nasional.
“Jadi jawabannya ada ruang penurunan suku bunga dengan dua pertimbangan itu,” ujar Perry dalam konferensi pers pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur November 2025 secara daring, Rabu (19/11/2025).
Meski demikian, dia menuturkan bahwa besaran dan waktu penurunan suku bunga akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi global dan domestik. BI, kata dia, akan tetap berpegang pada pendekatan berbasis data.
Bos bank sentral yang telah menjabat selama dua periode itu mengingatkan bahwa ketidakpastian global kembali meningkat dalam dua bulan terakhir.
“Karena ada government shutdown yang terlama di dalam sejarah [Amerika Serikat], kemudian inflasi Amerika yang gak turun-turun, dan akhirnya Fed Fund Rate itu turunnya lebih sedikit dibandingkan dengan prediksi pasar,” ungkap Perry.
: : Bos BI Sentil Lagi Perbankan, Lambat Turunkan Suku Bunga Kredit
Selain itu, sambungnya, BI juga ingin memperkuat efektivitas transmisi pelonggaran kebijakan moneter dan kebijakan makroprudensial yang sudah ditempuh terlebih dahulu.
Dia menjelaskan bank sentral sudah memangkas suku bunga kebijakan sebesar 125 basis poin selama 2025. Kendati demikian, suku bunga perbankan tidak turun secepat yang diinginkan.
: : BI Kembali Pertahankan Suku Bunga BI Rate di Level 4,75%!
“Sehingga fokus kami jangka pendek stabilitas nilai tukar rupiah sambil memperkuat efektivitas transmisi,” jelas Perry.
