IHSG berpotensi mencapai level 9.000 di akhir 2025, didorong oleh akumulasi investor asing, window dressing, dan sentimen positif global, meski risiko aksi ambil untung dan ketidakpastian global tetap ada.
Bank Indonesia tidak akan memangkas BI Rate dalam waktu dekat, meski ada ruang pelonggaran. Fokus utama adalah stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.
Pasar saham Indonesia tetap stabil meski ada shutdown AS, dengan fokus investor lebih pada faktor domestik seperti kebijakan fiskal dan nilai tukar rupiah.