IHSG Anjlok! TPIA, BMRI, RAJA Kompak Tertekan, Investor Panik?

 

Rancak Media – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa mengakhiri perdagangan Selasa (14/10/2025) dengan pelemahan signifikan, ditutup di level 8.066,52. Penurunan indeks pasar modal ini sebagian besar disebabkan oleh tekanan jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA), yang secara kolektif membebani pergerakan indeks.

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG merosot tajam sebesar 1,95% atau setara dengan 160,67 poin, mencapai angka penutupan 8.066,52. Sepanjang sesi perdagangan hari itu, indeks sempat menyentuh titik terendahnya di 7.974,03, namun juga sempat mencicipi level tertinggi di 8.284,91.

Gambaran pasar menunjukkan dominasi sentimen negatif, di mana sebanyak 583 saham mengalami penurunan harga. Kondisi ini berbanding terbalik dengan 138 saham yang berhasil menguat, sementara 84 saham lainnya terpantau stagnan atau tidak bergerak. Adapun, total kapitalisasi pasar atau market cap saham yang tercatat di BEI saat itu mencapai Rp15.205 triliun.

Meskipun mayoritas saham melemah, beberapa saham berkapitalisasi jumbo berhasil menunjukkan performa positif dan menahan laju penurunan indeks. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) memimpin penguatan dengan kenaikan 2,94% menuju Rp14.000. Disusul oleh PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) yang melesat 2,09% ke Rp106.400 per saham.

Dukungan terhadap indeks juga datang dari saham PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang menguat 0,52% menjadi Rp276.925 per saham, serta PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik tipis 0,43% ke Rp5.825, menunjukkan ketahanan di tengah gejolak pasar.

Namun, pelemahan IHSG tak terhindarkan akibat tekanan jual signifikan dari saham-saham besar. Saham milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), menjadi penekan utama indeks dengan koreksi dalam sebesar 7,14% ke level Rp7.475.

Penurunan TPIA kemudian disusul oleh saham-saham perbankan raksasa yang juga menjadi tulang punggung indeks. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melemah 3,31% menjadi Rp3.550, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terkontraksi 3,01% ke Rp3.550 per saham, menambah beban signifikan bagi IHSG.

Di luar saham berkapitalisasi besar, daftar top gainers hari ini diisi oleh PT Topindo Solusi Komunika Tbk. (TOSK) yang melambung 34,78% ke Rp93. Diikuti oleh PT Martina Berto Tbk. (MBTO) yang mencatat pertumbuhan mencapai 34,46% menjadi Rp199 per saham.

Sebaliknya, posisi saham paling “boncos” atau top losers dipimpin oleh PT Rukun Raharja Tbk. (PPRI) yang anjlok 14,71% menjadi Rp4.840. Menyusul di belakangnya adalah PT Indokripto Koin Semesta Tbk. (HOPE) yang melorot 14,58% ke Rp2.930.

Menanggapi kondisi pasar, Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, mengungkapkan bahwa IHSG telah menunjukkan pelemahan sejak sesi I, terpangkas 0,67% ke level 8.171,33 pada perdagangan hari ini.

Secara teknikal, Valdy menjelaskan adanya pembentukan histogram negatif pada indikator MACD yang mengindikasikan tekanan jual. Fenomena “Death Cross” pada Stochastic RSI di area overbought turut memperkuat sinyal pelemahan lebih lanjut.

“Dengan indikator-indikator tersebut, kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi menuju level 8.150 pada perdagangan sesi kedua hari ini,” jelas Valdy dalam riset harian yang disampaikannya.

__________

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (14/10/2025) dengan pelemahan signifikan sebesar 1,95%, ditutup pada level 8.066,52. Penurunan tajam ini sebagian besar disebabkan oleh tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi penekan utama indeks.

TPIA terkoreksi 7,14%, BMRI melemah 3,31%, dan BBRI terkontraksi 3,01%, sangat membebani pergerakan IHSG. Meskipun 138 saham menguat, mayoritas yakni 583 saham mengalami penurunan harga. Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyebutkan indikator teknikal seperti histogram negatif MACD dan “Death Cross” pada Stochastic RSI mendukung potensi koreksi lanjutan pada indeks.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.