IHSG menguat 0,10% ke 8.554,31 pada 28/11/2025, saham CUAN dan CDIA naik. Proyek TCTP Indonesia-China diperluas, ekonomi RI diprediksi tumbuh 5,2% di 2025.
IHSG ditutup anjlok 1,92% ke 8.066,52 pada perdagangan Selasa (14/10/2025). Penurunan ini dibebani oleh sejumlah saham, seperti TPIA, BMRI, BBRI, hingga RAJA.
BEI berencana mengubah perhitungan minimum free float emiten IPO dari basis ekuitas menjadi kapitalisasi pasar agar klasifikasi perusahaan lebih relevan.
Perang dagang AS-China memicu volatilitas IHSG jangka pendek, namun pasar diprediksi pulih. Sektor teknologi dan finansial direkomendasikan untuk investasi.