
Rancak Media JAKARTA – Total kapitalisasi pasar sepuluh saham berkapitalisasi besar (big caps) di pasar saham Indonesia melonjak signifikan sepanjang kuartal III/2025. Kenaikan ini didukung oleh kinerja cemerlang saham-saham unggulannya, seperti PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA). Pertanyaannya, bagaimana arah pergerakan dan nasib saham-saham big caps ini di kuartal terakhir tahun ini?
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diolah Bisnis, total kapitalisasi pasar sepuluh emiten big caps per akhir kuartal III/2025, tepatnya 30 September 2025, tembus Rp6.801 triliun. Angka ini menandai pertumbuhan impresif sebesar Rp767 triliun hanya dalam satu kuartal, dibandingkan posisi akhir kuartal II/2025 yang tercatat Rp6.034 triliun.
Pencapaian ini bahkan melampaui total kapitalisasi pasar pada akhir tahun sebelumnya, yang berada di angka Rp6.318 triliun.
: Asia Investment Akuisisi Saham Boston Furniture (SOFA)
Saat ini, posisi teratas emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI berhasil direbut oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN), perusahaan besutan taipan Prajogo Pangestu, dengan nilai fantastis Rp1.254 triliun. Pencapaian ini secara signifikan melampaui kapitalisasi pasar raksasa perbankan Grup Djarum, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), yang tercatat Rp931 triliun.
Lonjakan kapitalisasi pasar BREN tak terlepas dari performa sahamnya yang cemerlang sepanjang kuartal III/2025. Di periode tersebut, harga saham BREN melesat 53,62%.
: : CIO Danantara Bicara Patriot Bond dan Akuisisi Saham Freeport
Tak hanya BREN, sejumlah saham penghuni daftar sepuluh emiten big caps lainnya juga menunjukkan kinerja impresif, turut mendorong peningkatan kapitalisasi pasar secara keseluruhan. Sebagai contoh, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melonjak 106,81%, PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) naik 91,12%, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) menguat 8,02% di periode yang sama.
Liza Camelia Suryanata, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa lonjakan kapitalisasi pasar sepuluh emiten big caps sepanjang kuartal III/2025 didorong oleh sentimen positif di tiga sektor utama: energi, digital, dan perbankan.
: : Resmi, Bea Cukai Cek Fisik Jalur Hijau Impor Secara Acak
“Kenaikan saham BREN dan DSSA didorong oleh transisi energi dan kenaikan harga komoditas. Sementara DCII menikmati lonjakan permintaan pusat data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). BBRI dan bank-bank besar lainnya diuntungkan oleh sentimen stimulus likuiditas senilai Rp200 triliun dari Menteri Keuangan baru,” ungkap Liza kepada Bisnis, Rabu (1/10/2025).
Dari perspektif makroekonomi, kebijakan pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dan stabilisasi pasar obligasi turut menciptakan ruang bagi peningkatan minat investor terhadap aset berisiko (risk appetite). Dukungan solid dari investor domestik juga berperan penting dalam menjaga daya tahan pasar, meskipun arus investasi asing masih menunjukkan fluktuasi.
Menurut Liza, prospek penguatan saham-saham big caps masih terbuka lebar memasuki kuartal IV/2025. Katalisnya antara lain rilis laporan keuangan kuartal III/2025 yang positif, sentimen window dressing akhir tahun, serta potensi aliran modal masuk (capital inflow) apabila Federal Reserve (The Fed) mengambil sikap yang lebih dovish.
Kendati demikian, tantangan tetap membayangi, termasuk volatilitas nilai tukar rupiah, risiko dari kebijakan tarif global, serta tekanan kenaikan biaya impor pada beberapa sektor. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, saham-saham big caps di sektor energi dan digital diprediksi mampu mempertahankan momentum positifnya, sementara sektor perbankan akan diuntungkan oleh stabilisasi makro domestik menjelang penghujung tahun.
Ekky Topan, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, menambahkan bahwa pasar saat ini mulai mengalihkan fokus ke saham-saham big caps non-tradisional, seperti BREN, DSSA, dan DCII. Ketiga emiten ini menawarkan narasi pertumbuhan jangka panjang yang kuat, terutama di sektor energi baru, digitalisasi, dan transisi menuju ekonomi hijau.
“Kenaikan harga saham ketiga emiten tersebut sebagian besar didorong oleh ekspektasi tinggi terhadap transformasi bisnis dan strategi ekspansi agresif yang mereka jalankan. Ekky menilai, saham-saham ini kini dianggap sebagai big caps ‘baru’ yang menjanjikan pertumbuhan tinggi, meskipun dengan valuasi yang terbilang premium,” jelas Ekky kepada Bisnis, Rabu (1/10/2025).
Peningkatan likuiditas pasar di kuartal III/2025 juga didukung oleh rotasi investor domestik, baik dari kalangan ritel maupun institusi, yang mencari alternatif investasi di tengah tekanan yang dialami sektor perbankan dan saham-saham indeks LQ45.
“Untuk kuartal IV/2025, Ekky memperkirakan peluang penguatan saham masih terbuka, ditopang oleh berbagai katalis seperti efek window dressing, ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan, serta realisasi stimulus fiskal.”
Namun, ia juga mewanti-wanti potensi tantangan signifikan ke depan, seperti kemungkinan aksi ambil untung (profit taking) setelah reli harga yang panjang, volatilitas pasar global, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan inflasi yang masih perlu dicermati oleh pelaku pasar.
Ekky berpendapat, saham-saham big caps akan tetap menjadi penopang utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjelang akhir tahun, meskipun sektor-sektor penggeraknya mungkin mengalami pergeseran.
“Jika terjadi rotasi kembali ke saham-saham berfundamental kuat dan dinilai di bawah harga (undervalued) seperti sektor perbankan atau telekomunikasi, emiten seperti BBRI, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) berpotensi menyusul penguatan. Namun, untuk saat ini, saham-saham big caps yang didorong sentimen transformasi dan ekspansi bisnis, seperti BREN dan DSSA, masih menjadi pilihan utama dalam jangka pendek,” pungkas Ekky.
10 Emiten dengan Kapitalisasi Terbesar Q3/2025
- BREN: Rp1.254 triliun
- BBCA: Rp931 triliun
- DSSA: Rp818 triliun
- TPIA: Rp668 triliun
- DCII: Rp652 triliun
- BYAN: Rp610 triliun
- BBRI: Rp585 triliun
- AMMN: Rp524 triliun
- BMRI: Rp407 triliun
- BRPT: Rp352 triliun
Ringkasan
Total kapitalisasi pasar sepuluh saham berkapitalisasi besar (big caps) di pasar saham Indonesia melonjak signifikan di kuartal III/2025, mencapai Rp6.801 triliun, atau tumbuh Rp767 triliun. PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) berhasil merebut posisi teratas dengan kapitalisasi pasar Rp1.254 triliun, mengungguli PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Kinerja saham BREN melesat 53,62% di periode tersebut, turut didukung oleh kenaikan impresif pada saham seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) dan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII).
Kenaikan ini didorong oleh sentimen positif di sektor energi, digital, dan perbankan, ditambah kebijakan makroekonomi seperti pemangkasan suku bunga Bank Indonesia. Prospek penguatan saham big caps di kuartal IV/2025 diperkirakan masih terbuka lebar, dengan katalis seperti laporan keuangan positif dan efek window dressing, meskipun volatilitas nilai tukar rupiah dan risiko global menjadi tantangan. Analis juga mencatat pergeseran fokus investor ke big caps non-tradisional seperti BREN dan DSSA yang menjanjikan pertumbuhan jangka panjang.
