IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Rancak Media buy asing signifikan.
Pasar modal Indonesia berpotensi mendapat aliran dana asing US$50 miliar jika likuiditas meningkat, meski saat ini likuiditasnya masih rendah dibanding bursa lain.
Danantara Indonesia berencana menginvestasikan US$10 miliar untuk memperkuat likuiditas pasar saham Indonesia, dengan 80% dana dialokasikan untuk proyek domestik.
Kapitalisasi pasar 10 emiten big caps Indonesia naik di Q3/2025, dipimpin BREN. Saham BREN, DSSA, dan DCII melonjak berkat transisi energi dan digitalisasi.