IHSG Cetak Rekor! Reshuffle Menteri atau BI Rate Jadi Kunci?

 

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada hari ini, Rabu (17/9/2025). Penguatan signifikan IHSG yang tembus level 8.000 ini terjadi di tengah kabar positif berupa penurunan BI Rate dan adanya perombakan kabinet.

Tim Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menganalisis bahwa perombakan kabinet yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto ini lebih banyak diinterpretasikan oleh pelaku pasar sebagai sinyal politik yang positif dan indikator stabilitas pemerintahan. KISI Sekuritas, pada Rabu (17/9/2025), menyatakan bahwa reshuffle ini cukup disambut positif karena menimbulkan harapan akan penguatan tim ekonomi pemerintah.

Namun demikian, euforia di pasar tidak semata-mata dipicu oleh reshuffle semata, melainkan juga merupakan kombinasi dari berbagai faktor makro ekonomi lainnya. KISI menilai, kenaikan IHSG yang melesat menembus level 8.000 justru lebih kuat digerakkan oleh sentimen pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Penurunan BI Rate secara langsung memengaruhi cost of fund dan meningkatkan minat investor untuk masuk ke aset-aset berisiko, menjadikan reshuffle lebih sebagai supportive sentiment dan bukan pendorong utama reli IHSG.

Pasca-reshuffle, Tim Riset KISI memproyeksikan fokus pasar saham akan beralih ke sentimen-sentimen berikutnya. Beberapa di antaranya adalah arah kebijakan fiskal dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, prospek penurunan Fed Rate di sisa tahun ini, serta kelanjutan stimulus paket ekonomi domestik 8+4+5. Semua faktor ini akan menjadi perhatian utama investor dalam menentukan arah pergerakan IHSG selanjutnya.

Sebagai informasi penutup, IHSG ditutup menguat 0,85% ke level 8.025,17 pada hari ini, Rabu (17/9/2025). Volume perdagangan saham mencapai 44,38 miliar saham, dengan total nilai transaksi yang fantastis sebesar Rp18,27 triliun. Sebanyak 360 saham tercatat mengalami kenaikan dan bergerak di zona hijau, sementara 318 saham melemah di zona merah, serta 124 saham lainnya tidak bergerak. Kapitalisasi pasar IHSG juga turut meningkat, mencapai level Rp14.545 triliun pada hari ini.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 8.000 pada 17 September 2025, didorong oleh kabar positif penurunan BI Rate dan perombakan kabinet. Tim Riset KISI Sekuritas menganalisis bahwa reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto disambut positif oleh pasar sebagai indikator stabilitas dan harapan penguatan tim ekonomi. Namun, sentimen penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia dinilai sebagai pendorong utama kenaikan IHSG yang lebih kuat.

Penurunan BI Rate secara langsung meningkatkan minat investor pada aset berisiko, menjadikan reshuffle lebih sebagai sentimen pendukung. IHSG ditutup menguat 0,85% ke level 8.025,17 dengan total nilai transaksi fantastis Rp18,27 triliun dan kapitalisasi pasar mencapai Rp14.545 triliun. Pasca-reshuffle, fokus pasar akan beralih ke kebijakan fiskal dalam RAPBN 2026, prospek penurunan Fed Rate, dan kelanjutan stimulus ekonomi domestik.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.