IHSG diperkirakan masih volatil pada Rabu (20/5/2026) seiring pasar menanti pidato Presiden Prabowo di paripura DPR dan keputusan suku bunga Bank Indonesia.
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono menyoroti risiko sistemik di era arsitektur keuangan baru, menekankan pentingnya koordinasi dan otonomi lembaga keuangan.
Investor domestik menopang pasar saham dan obligasi RI 2025 meski investor asing jual bersih. IHSG capai rekor tertinggi, sementara pasar SBN tertekan.
Pasar saham Indonesia tetap stabil meski ada shutdown AS, dengan fokus investor lebih pada faktor domestik seperti kebijakan fiskal dan nilai tukar rupiah.
IHSG diprediksi menguat didorong optimisme pelonggaran The Fed dan kesepakatan dagang RI-Uni Eropa hingga cukai rokok juga meningkatkan kepercayaan investor.
Gubernur BI Perry Warjiyo mendukung pemindahan dana Rp200 triliun oleh Menkeu ke perbankan untuk memperkuat likuiditas, sejalan dengan kebijakan ekspansi BI.