IHSG diproyeksi konsolidasi di kisaran 8.500-8.600 pada 2 Desember 2025. Saham pilihan: INDY, ANTM, UNVR. Investor mencermati data ekonomi domestik dan global.
IHSG dibuka menguat di level 8.541,53 pada 1 Desember 2025, dengan saham blue chips seperti BBCA, TLKM, dan PGAS turut melaju. Kapitalisasi pasar mencapai Rp15.714 triliun.
IHSG diprediksi cetak rekor baru hingga 8.600 pekan ini. Saham INKP, PGAS, dan ERAA jadi perhatian. Penurunan suku bunga the Fed dan data ekonomi AS turut memengaruhi.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,43% ke level 555,10 pada perdagangan hari ini, Kamis (27/11/2025). Meski begitu, saham BRPT, INKP, dan ADMR kompak menguat.
IHSG dibuka melemah 0,42% ke 8.534,47 pada 25/11/2025. Saham BRMS dan bank besar seperti BBRI dan BBCA ikut turun. Sentimen pasar dipengaruhi penguatan rupiah dan kajian RPP Demutualisasi BEI.
Harga emas dunia turun 0,3% pada 18/11/2025, tertekan dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed. Investor menanti data ekonomi AS untuk petunjuk kebijakan.