Emiten pariwisata hadapi tantangan jelang akhir tahun 2025 akibat pemangkasan anggaran Kemenpar. Stimulus ekonomi dinilai belum signifikan menguatkan kinerja.
Saham pariwisata seperti BUVA, MINA, dan KPIG menguat setelah BPS melaporkan peningkatan kunjungan wisman ke Indonesia. Namun, saham ini dianggap kurang likuid.