Indeks LQ45 underperform dibanding IHSG karena saham perbankan melemah akibat pertumbuhan kredit melambat. Meski ada potensi dari pemangkasan suku bunga The Fed, kenaikan LQ45 masih terbatas.
Saham teknologi di IDXTECHNO, termasuk DCII dan WIFI, melonjak pada 2025. Prospek 2026 bergantung pada isu merger GOTO dan Grab serta fundamental perusahaan.
Emiten pariwisata hadapi tantangan jelang akhir tahun 2025 akibat pemangkasan anggaran Kemenpar. Stimulus ekonomi dinilai belum signifikan menguatkan kinerja.
Investor asing kembali melakukan pembelian bersih di BEI, memilih saham ASII, BRMS, TLKM, AMMN, dan CUAN karena faktor likuiditas global dan stabilitas ekonomi Indonesia.
Saham blue chip seperti BBCA dan TLKM berpotensi naik didorong stimulus ekonomi Rp46 triliun dan penurunan suku bunga, meski kinerja tahun ini kurang impresif.