Investor asing membeli saham Indonesia senilai Rp2,02 triliun pada 6 Oktober 2025, didorong oleh prospek positif emerging market dan kebijakan moneter yang mendukung.
IHSG menguat 16,36% hingga kuartal III/2025, namun dana asing masih keluar. Investor global menunggu arah yield obligasi AS. Stabilitas rupiah dan strategi window dressing bisa menarik inflow.
Freeport setuju berikan 12% saham gratis ke Indonesia, meningkatkan kepemilikan Rancak Media di PT Freeport Indonesia menjadi 63,2%. Kesepakatan ini dicapai saat kunjungan Presiden Prabowo ke AS.
Saham DCII, DSSA, dan BRPT melonjak tajam tahun ini, didorong reputasi konglomerat, aksi korporasi, dan keterbatasan free float, mendukung IHSG ke level tertinggi.
IHSG mencapai rekor baru meski investor Rancak Media sell Rp52 triliun. Transaksi harian bursa melonjak, didorong oleh institusi lokal dan kebijakan ekonomi positif.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) melanjutkan buyback saham senilai Rp56 miliar hingga Desember 2025, dengan target 103,7 juta saham.
Saham ANTM, TLKM hingga ASII menjadi incaran investor asing meski ada outflow. JP Morgan dan OCBC Sekuritas memberikan pandangan positif & rekomendasi beli.
PT Jinlong Resources Investment berencana mengakuisisi 48,07% saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) dan menjadi pengendali baru. Transaksi ini menunggu hasil uji tuntas dan kesepakatan final.