IHSG berpotensi menguat di akhir 2025 meski investor asing keluar. Likuiditas domestik dan saham konglomerasi jadi penopang, namun perlu dukungan sektor lain.
IMF, OECD, ADB, dan Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di bawah 5% pada 2025, lebih rendah dari target pemerintah 5,2%. Faktor global dan kebijakan fiskal mempengaruhi.
IMF, JCR, dan OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 di bawah 5% karena lemahnya permintaan eksternal dan tarif impor AS. Pemerintah optimis mencapai 5,2% dengan stimulus ekonomi.