IMF, JCR hingga OECD Kompak Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 di Bawah 5%

 

Rancak Media – , JAKARTA — Lembaga pemeringkat kredit, Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada keseluruhan 2025 melambat hingga menjadi di bawah 5% (yoy).

Proyeksi JCR itu sejalan dengan OECD dan IMF yang juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di bawah 5%.

Adapun, pada publikasi JCR 22 September 2025, lembaga rating itu awalnya mengumumkan bahwa rating kredit Indonesia bertahan di kategori BBB+ dengan outlook stabil. Hal itu merefleksikan perekonomian Indonesia yang stabil di mana dorongan utama berasal dari permintaan serta utang yang terkendali.

: BMI Research Ramal Pertumbuhan Ekonomi RI Sulit Capai 8%, Ini Alasannya

Akan tetapi, basis penerimaan negara yang dihimpun oleh Indonesia masih lemah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang juga masih di level rata-rata 5% (yoy). Terakhir, pada 2024 pertumbuhan ekonomi hanya sebesar 5,03% (yoy) berkat belanja rumah tangga hingga belanja pemerintah di tahun Pemilu. 

Kendati pertumbuhan di kuartal II/2025 melesat di luar ekspektasi yakni 5,12% (yoy), JCR memperkirakan laju pertumbuhan akan melambat pada keseluruhan 2025 apabila dibandingkan dengan tahun lalu. Hal itu di antaranya sebab penerapan tarif impor Amerika Serikat (AS). Permintaan ekspor diperkirakan melemah setelah kinerja neraca dagang tumbuh signifikan karena frontloading dari eksportir. 

: : OECD Kerek Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Jadi 4,9%

“Untuk keseluruhan 2025, pertumbuhan diperkirakan melambat ke kurang dari 5% akibat sudah lemahnya permintaan eksternal yang sebelumnya sudah diantisipasi akibat penerapan tarif resiprokal AS,” demikian dikutip dari publikasi tersebut, Senin (29/9/2025). 

Meski demikian, dalam jangka menengah, JCR memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 5% (yoy) didukung oleh kebijakan industri dan investasi pada infrastruktur. 

: : Purbaya Terapkan Konsep Sumitronomics Demi Kejar Pertumbuhan Ekonomi RI 8%

Masih terkait dengan dampak tarif impor AS terhadap perekonomian, JR turut memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia bakal semakin melebar sejalan dengan penerapan tarif impor AS. Awalnya, current account deficit RI pada 2023 melebar dari 0,1% menjadi 0,6% di 2024. 

Namun, Indonesia dinilai bakal tetap resilien terhadap tekanan eksternal mengingat cadangan devisa masih berada di level US$150,7 miliar akhir bulan lalu atau setara dengan 6,3 bulan impor. 

Adapun dari sisi fiskal, JCR menilai rasio utang pemerintah terhadap PDB akan tetap berada di level saat ini di tengah upaya konsolidasi fiskal dengan reformasi pajak serta revisi alokasi anggaran. Saat ini, rasio utang terhadap PDB sekitar 39%.

“JCR memperkirakan rasio utang bakal tetap berada di bawah 4% dalam jangka menengah,” bunyi publikasi tersebut.

Tanggapan Pemerintah

Menanggapi publikasi JCR, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyambut baik keputusan JCR untuk mempertahankan rating kredit Indonesia dengan outlook yang stabil. 

“Ini adalah pengakuan penting atas ketahanan dan fundamental ekonomi kita, di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, sehingga Indonesia dianggap masih menarik bagi para investor,” jelas Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto kepada Bisnis, dikutip Senin (29/9/2025). 

Namun, Haryo menyebut pemerintah masih memiliki perkiraan lebih optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi 2025 yang masih bisa mencapai target 5,2% (yoy). Dorongan untuk pencapaian target itu baik dari sisi permintaan maupun pasokan. 

Optimisme pemerintah juga berasal dari delapan progam stimulus ekonomi dari pemerintah untuk memacu belanja masyarakat hingga akhir tahun ini. Nilainya lebih dari Rp16 triliun. 

“Di samping itu, pemerintah mengeluarkan paket ekonomi 8+4+5 untuk mendongkrak ekonomi di sisi demand. Selanjutnya diharapkan ekonomi akan bergerak dan multiplier effect berjalan dengan sendirinya,” pungkas Haryo.

Baca Juga

nafa cahyani

Saya merupakan seorang content writer SEO, Teknologi, Finansial, Wisata, Resep Masakan dan lain-lain, Semoga dapat bermanfaat untuk teman semua.