Citigroup memprediksi IHSG tembus 9.000 pada 2026, didorong belanja pemerintah dan penurunan suku bunga. Saham konsumer dan perbankan jadi pilihan utama.
IHSG cetak rekor ATH dua hari berturut-turut didukung investor domestik, meski investor Rancak Media sell. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2025 solid.
Emiten Grup Djarum menunjukkan daya tahan kuat di tengah tren rotasi saham ke blue chip. BBCA dan TOWR tetap stabil, meski sektor teknologi dan ritel tertekan.
IMF, OECD, ADB, dan Bank Dunia memprediksi ekonomi Indonesia tumbuh di bawah 5% pada 2025, lebih rendah dari target pemerintah 5,2%. Faktor global dan kebijakan fiskal mempengaruhi.
RUU Perubahan Omnibus Law Keuangan dibahas, memperluas mandat BI, OJK, dan LPS untuk mendukung sektor riil dan lapangan kerja, serta memperkuat pengawasan.
IMF, JCR, dan OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 di bawah 5% karena lemahnya permintaan eksternal dan tarif impor AS. Pemerintah optimis mencapai 5,2% dengan stimulus ekonomi.