Bank Indonesia diprediksi akan memangkas suku bunga acuan hingga 50 bps lagi pada 2025, menyusul penurunan BI Rate ke 4,75% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan tidak ada dukungan untuk pemangkasan suku bunga 0,5%, memilih penurunan moderat 0,25% untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Pemerintah dan BI sepakat melanjutkan skema burden sharing untuk mendanai program prioritas Presiden Prabowo, sambil menjaga independensi BI, kata Sri Mulyani.
Bank Neo Commerce (BBYB) menyesuaikan bunga simpanan seiring penurunan BI Rate menjadi 5% dengan fokus pada likuiditas dan pertumbuhan dana murah (CASA).
Bank Mandiri menurunkan bunga kredit setelah BI Rate turun menjadi 5% pada Agustus 2025. Penyesuaian ini mempengaruhi segmen kredit berbasis reference rate.
Saham otomotif seperti ASII dan IMAS menguat berkat penurunan BI Rate dan GIIAS 2025. Kebijakan moneter longgar dan penjualan mobil meningkat jadi katalis.
Obligasi Indonesia diprediksi unggul di Asia saat The Fed turunkan suku bunga, didukung imbal hasil tinggi dan potensi pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia.